Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat sore,
Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Syalom,
Salve,
Om swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.
Saudara-saudara yang saya hormati;
Pimpinan Danantara, Ketua dan seluruh Dewan Pengawas Danantara;
Para anggota Kabinet Merah Putih;
Para tokoh-tokoh yang hadir di sini semua;
Seluruh pejabat, pegawai Danantara;
Para undangan, rekan pers, dan media yang hadir.
Ini adalah ulang tahun Danantara yang pertama. Tentunya selalu kita bersyukur, kita masih diberi kesehatan oleh Allah Swt, Tuhan Mahakuasa. Kita juga bersyukur atas segala berkah yang diberikan oleh Yang Mahakuasa kepada bangsa dan negara kita.
Saudara-saudara sekalian,
Danantara adalah suatu konsolidasi dari semua aset yang dimiliki bangsa dan negara kita. Artinya, Danantara diberi tugas dan kepercayaan yang cukup berat, yaitu mengelola dan me-manage kekayaan bangsa. Kita beri nama Danantara, yaitu Daya Anagata Nusantara. Daya, kekuatan, energi. Anagata, masa depan. Jadi, Danantara harus menjaga dan mengelola kekuatan, energi bangsa kita untuk masa depan. Demikian pentingnya Danantara.
Saya sebenarnya ingin menyampaikan suatu pengarahan yang cukup komprehensif, tapi saya khawatir nanti akan tabrakan dengan azan maghrib dan buka puasa. Karena itu, saya akan lanjutkan, kalau begitu nanti azan magrib kita break, dan kita bisa lanjutkan pengarahan saya di lantai satu, sesudah batal [puasa]. Bagaimana? Setuju? Kok, kurang keras? Setuju? Kalau enggak, kita terus di sini saja.
Sebetulnya saya juga ingin fokus kepada hal-hal yang penting. Kita bersyukur kita sekarang sudah punya suatu badan, bisa disetarakan dengan sovereign wealth fund di dunia. Kita bersyukur sekarang Indonesia punya sovereign wealth fund mungkin ke-6, ke-7 terbesar di dunia.
Kita juga bersyukur bahwa manajemen satu tahun ini sudah membuktikan bahwa dengan manajemen yang baik, dengan pengelolaan yang baik, terutama dengan will yang benar, dengan political will, dengan jiwa yang benar, hasil sudah kelihatan. Saya dapat laporan, mudah-mudahan ini laporan benar, jangan main-main lagi dengan saya, laporan palsu, laporan menyenang-nyenangkan, laporan supaya bisa akal-akalan, saya kasih peringatan keras ini.
Saya dapat laporan, saya cukup gembira, return on asset satu tahun 2025, dibandingkan tahun sebelum-sebelumnya, sudah naik lebih dari 300 persen. Ini cukup baik dan ini membuktikan premis kita mendirikan Danantara ini, bahwa tidak mungkin suatu manajemen yang baik kalau tidak di satu kendali, di satu tangan, di satu manajemen. Tidak mungkin kita mengelola 250 perusahaan. Bahkan ternyata saya baru tahu, bukan 250, seribu perusahaan lebih. Tidak ada pelajaran manajemen di mana pun di dunia, satu manajemen bisa mengelola seribu entitas.
BUMN didirikan oleh pendiri-pendiri bangsa kita, dulu namanya perusahaan negara, sekian puluh tahun bergerak. Kita tidak punya industri tekstil, negara mendirikan, Patal Senayan. Tidak punya industri kertas, kita butuh buku, anak-anak perlu belajar, negara mendirikan pabrik kertas. Tidak punya obat, waktu merdeka, negara mendirikan perusahaan-perusahaan farma. Tetapi, lambat laun, itikad baik ini terjadi penyimpangan-penyimpangan.
Negara dalam keadaan baru awal-awal merdeka, mendirikan perusahaan negara, Pertamina, ternyata itikad baik pendiri-pendiri bangsa itu akhirnya melahirkan anak perusahaan, cucu perusahaan, dan cicit perusahaan. Saya kaget, Pertamina punya 200 anak dan cucu perusahaan. Dan, aneh lagi, ada peraturan-peraturan yang lebih aneh lagi. Kalau BUMN boleh diaudit oleh negara, katanya kalau cucu perusahaan ndak boleh diaudit. Peraturan dari mana ini?
Jadi, Saudara-saudara, premis kita ternyata benar. Konsolidasi, satu manajemen dengan rasional, dengan standar-standar terbaik dunia, return on asset saya terima di atas 300 persen. Ini masih jauh dari sasaran kita.
Saudara-saudara,
Perusahaan yang baik, return on asset harusnya minimal 10 persen. Kalau yang bagus 12 persen, yang hebat 15 persen. Kita harus memiliki target yang bagus yaitu 10 persen. Tapi kita mengerti bahwa itu mungkin dalam tahun-tahun pertama, belum bisa kita capai. Kalau hanya 5 persen return on asset, berarti Danantara harus mengembalikan ke negara 50 miliar dolar (AS) tiap tahun, 50 miliar dolar (AS) adalah, Mensesneg, berapa? Berapa? Delapan ratus triliun (rupiah). Jadi, pimpinan Danantara, sasaranmu masih jauh. Tapi tidak mengapa, saya yakin dan percaya, kunci dari manajemen yang baik adalah di hati, di jiwa.
Karena itu, dalam tahun pertama ini, walaupun saya ucapkan terima kasih, saya ucapkan selamat atas prestasi Saudara-saudara, tapi saya ingatkan, sasaran masih cukup jauh. Saudara harus bisa memberi return 5 persen minimal kembali ke negara, 50 miliar dolar (AS) minimal.
Saudara-saudara,
Ini semakin mendesak, karena kita lihat dunia sekarang penuh ketidakpastian, terjadi di mana-mana, krisis. Tapi Saudara-saudara, krisis selalu menghasilkan peluang. Krisis adalah ujian. Krisis adalah batu loncatan. Yang kuat akan selamat, yang tidak kuat akan terus menderita. Ini pelajaran sejarah.
Saya yakin dan percaya, bangsa Indonesia diberi kekayaan alam yang luar biasa, dan kita mampu keluar dari krisis ini. Kita akan keluar dari krisis ini, semakin kuat. Krisis ini menurut saya adalah suatu blessing in disguise. Memang penuh kesulitan, memang penuh tantangan, tapi memaksa kita mempercepat niat-niat baik.
Kita sudah punya rencana swasembada pangan, alhamdulillah, sudah tercapai sebagian. Kita sudah punya niat swasembada energi, yang rencana kita, yakin kita akan tercapai dalam empat tahun lagi. Tapi, ini memaksa kita akselerasi. Kita harus percepat. Kita punya banyak alternatif. Kita yakin bahwa kita atasi masalah ini.
Banyak negara dalam kondisi yang lebih menyedihkan daripada kita. Kita punya kelapa sawit yang sangat banyak. Kita punya nanti singkong yang cukup. Kita bisa dapat BBM dari jagung, dari tebu. Saudara-saudara, kita punya geotermal yang sangat besar. Kalau tidak salah, kedua cadangan terbesar di dunia yang belum dieksploitasi sepenuhnya.
Saudara-saudara sekalian,
Kita akan melaksanakan elektrifikasi, energi terbarukan dari tenaga surya. Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, kita akan membangun 100 gigawatt. Itu sudah perintah saya, itu sudah keputusan saya. Dan, kita akan buktikan kepada dunia, bahwa kita lebih cepat dan efektif dalam hal ini.
Saudara-saudara,
Danantara adalah juga bukti bahwa Indonesia dengan tekad, dengan will yang keras, mampu berbuat yang besar, mampu mengikuti dan mengimbangi prestasi-prestasi negara lain.
Saya kira, Saudara-saudara, sementara itu dari saya. Selamat untuk Danantara. Tahun pertama, Saudara-saudara telah menunjukkan prestasi yang baik. Semua yang saya dengar dari pihak luar negeri kalau ketemu Saudara-saudara dari Danantara terkesan. Mereka kaget, mereka lihat wajah Indonesia yang lain. Putra-putri Indonesia yang smart, yang mengerti bisnis, mengerti ekonomi, mengerti investasi, mengerti hilirisasi. Mereka yang bicara ke saya, mereka terkesan.
Terakhir, saya titip, kewaspadaan, eling dan waspada, jaga diri masing-masing. Ingat, harapan seluruh bangsa, seluruh rakyat, di pundak Saudara-saudara. Saudara menjaga, Saudara mengelola kekayaan anak dan cucu, dan cicit kita.
Saudara-saudara sekalian,
jaga selalu. Banyak sovereign wealth fund yang rugi. Banyak sovereign wealth fund di negara yang paling kaya pun rugi akibat tidak baik manajemennya, ya.
Saya kira itu dari saya, kita upayakan semua pengawasan. Saya kira Danantara ini adalah lembaga yang paling diawasi di Indonesia. Ada Dewan Pengawas. Saya kira Dewan Pengawas kita juga cukup kuat. Hampir semua menko ada di situ. Iya, kan? Saya juga minta BPK masuk keluar, BPKP masuk keluar, awasi. Kejaksaan, polisi, Panglima TNI semua ikut mengawasi. Di samping itu pun saya telah menunjuk utusan-utusan khusus Presiden dan mungkin akan saya tunjuk nanti utusan-utusan khusus untuk di tiap BUMN yang kita kelola.
Kita harus mengawasi karena ini adalah darah bangsa Indonesia. Kalau darah ini bocor terus, bangsa kita dalam keadaan susah. Masa depan kita kuat, masa depan kita cerah, krisis kita hadapi dengan gagah. Peluang, krisis adalah peluang. Kita bersatu, kita rukun, kita kerja keras. Terima kasih, itu pengarahan saya.
Sekali lagi, penghargaan saya kepada prestasi Saudara-saudara sekalian, semua menteri yang dukung, semua pengawas yang dukung. Terima kasih, penghargaan saya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Syalom,
Salve,
Om santi santi santi om,
Dan, selamat buka puasa.
Terima kasih
Sumber Setneg










