• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Sabtu, 30 Mei 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Setelah Produksi 100.000 Unit Pertama, Bio Farma akan Komersialisasi Test Kit Covid-19

by redaksi
29 April 2020
in Berita, Info Produk BUMN
0
Bio Farma Bersama Lembaga Eijkman Rintis Penelitian Vaksin Virus Corona
0
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT Bio Farma (Persero) menyatakan produksi alat tes Covid-19 akan diproduksi secara komersil setelah memproduksi 100.000 unit pertamanya. .

Head of Corporate Communications Bio Farma Iwan Setiawan mengatakan produksi alat tes Covid-19 merupakan misi kemanusiaan. Namun demikian, ujarnya, perseroan akan memproduksi alat tes tersebut secara komersil seusai alat tes Covid-19 diproduksi sebanyak 100.000 unit.

RelatedPosts

Community Gateway Telkomsat Dorong Percepatan Digital Inklusif di Wilayah 3T

Jamkrindo Lakukan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Raja Ampat

Transaksi Luar Negeri Melonjak, Bank Mandiri Perluas QR Antar Negara ke Tiongkok

“Tentu dengan harga yang affordable dan sesuai komitmen BoE [Board of Executive/Dewan Direksi] harga alat tes [perseroan] akan lebih rendah dari harga impor,” ucapnya

Seperti diketahui, Bio Farma berencana untuk memproduksi 100.000 unit alat tes Covid-19 dalam waktu dekat. Adapun, biaya produksi alat tes tersebut berasal dari hasil donasi masyarakat tersebut terkumpul melalui gerakan “Indonesia PASTI BISA” oleh East Ventures.

Alat tes tersebut dibuat melalui  pengujian real time polymerase chain reaction atau RT-PCR. Sementara itu, alat tes itu diproduksi dengan tujuan untuk melakukan pemeriksaan Covid-19 melalui test swab sampling.

Adapun model yang digunakan dalam memproduksi alat tes tersebut diciptakan oleh sebuah perusahaan rintisan yang bergerak dalam deep-tech genomika atau Nusantics.

Iwan melanjutkan perseroan telah mendapatkan kemudahan administrasi terkait pengadaan bahan baku alat tes Covid-19 dari luar negeri. Namun demikian, lanjutnya, pengadaan bahan baku tetap sulit.

“Proses pengadaan impor mendapat keringanan dengan adanya percepatan administrasi dan lainnya. Akan tetapi, karena semua orang beli barang yang sama, jadinya kami antre juga,” katanya.

Selain itu, Bio Farma juga berencana memproduksi reagen untuk keperluan tes dengan metode PCR. Adapun, reagen yang diperlukan harus memiliki kemampuan mengisolasi RNA dari DNA pasien untuk memeriksa keberadaan Covid-19.

Iwan mengatakan keberhasilan prakarsa tersebut sangat tergantung dari kerja sama berbagai pihak. Menurutnya, proses kemandirian alat kesehatan di dalam negeri akan bisa direalisasikan secara bertahap.

“Harus optimistis,” ujarnya.

Sebelumnya, Research Coordinator Divisi Riset PT Bio Farma Dicky mengungkapkan, kapasitas produksi reagen di Bio Farma mencapai 50.000 test kit per minggu. kapasitasnya bisa ditingkatkan hingga 100.000 test kit per minggu bila dibutuhkan. Jumlah tersebut akan mampu memenuhi kebutuhan tes dengan metode rt-PCR di Jabar.

“Sebenarnya dari Bio Farma kita dengan kapasitas terpasang per hari bisa sampai 300 boks atau setara 50.000 test kit dalam satu minggu, atau (bila dibutuhkan) maksimal malah kita bisa sampai 15.000 test kit dalam satu hari, atau setara hampir 100.000 test kit seminggu itu sebenarnya bisa kita penuhi,” kata Dicky.

Akan tetapi, Dicky mengatakan, proses produksi terkendala oleh kedatangan bahan baku. Negara-negara di dunia tengah saling berebut bahan baku reagen. Meski begitu, dia mengaku telah melakukan pemesanan yang diperkirakan akan sampai pada pekan depan.

“Kendalanya hanya kedatangan bahan baku, dan itu sudah kita pesankan. Masalah bahan baku itu sebenarnya tidak hanya di kita, jadi seluruh dunia memang sekarang sedang berebut bahan bakunya,” ucap Dicky.

Dicky menjelaskan, bahan baku yang akan sampai pekan depan tersebut akan dialokasikan untuk produksi 100.000 test kit reagen. Nantinya, alat rt-PCR tersebut akan segera dapat disebarkan ke seluruh Indonesia paling cepat pada pertengahan Mei 2020.

“Sementara untuk yang 100.000 perdana ini merupakan proyek nasional yg digagas BPPT dan komponen bangsa lain yang bersama-sama akan didonasikan untuk disebar ke seluruh Indonesia secara gratis, jadi tidak akan dikomersialkan,” kata Dicky.

Dicky menambahkan 100.000 test kit itu akan diproduksi awal Mei.

“Minggu kedua Mei sudah bisa langsung didistribusikan secara nasional,” imbuhnya.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

Dirut Insan Purwarisya L. Tobing Susun Langkah Strategi Tanpa Kurangi Kesejahteraan Bagi Pekerja

Next Post

Perumnas Lakukan Penundaan Pembayaran MTN Rp200 Miliar

Related Posts

Telkomsat Gunakan Slot Orbit Satelit Bekas Indosat
Anak Perusahaan

Community Gateway Telkomsat Dorong Percepatan Digital Inklusif di Wilayah 3T

4 Mei 2026
Jamkrindo Merekrut 10 Putra-putri Terbaik Papua dan Papua Barat
Berita

Jamkrindo Lakukan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Raja Ampat

4 Mei 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun
Berita

Transaksi Luar Negeri Melonjak, Bank Mandiri Perluas QR Antar Negara ke Tiongkok

4 Mei 2026
Nusantara Regas Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional melalui Exercise ISPS Code di FSRU Nusantara Regas Satu
Anak Perusahaan

Nusantara Regas Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional melalui Exercise ISPS Code di FSRU Nusantara Regas Satu

4 Mei 2026
Luncurkan Identitas Baru, Bank Syariah Nasional Siap Gebrak Industri Syariah Indonesia
Info Produk BUMN

WhatsApp Resmi Bank Syariah Nasional: Cara Aman Mengakses Layanan Bank Syariah di 2026

4 Mei 2026
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur
Berita

Di Hari Pendidikan Nasional, Proyek Sekolah Rakyat Halmahera Barat Dapat Dukungan Penuh Pemerintah Daerah

4 Mei 2026
Next Post
Unit PKBL Perumnas Luncurkan Program Sakola Sampah

Perumnas Lakukan Penundaan Pembayaran MTN Rp200 Miliar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

No Content Available
Telkomsat Gunakan Slot Orbit Satelit Bekas Indosat
Anak Perusahaan

Community Gateway Telkomsat Dorong Percepatan Digital Inklusif di Wilayah 3T

by redaksi
4 Mei 2026
0

PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) sebagai salah satu operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus memperkuat peranannya dalam...

Read more
Jamkrindo Merekrut 10 Putra-putri Terbaik Papua dan Papua Barat

Jamkrindo Lakukan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Raja Ampat

4 Mei 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Transaksi Luar Negeri Melonjak, Bank Mandiri Perluas QR Antar Negara ke Tiongkok

4 Mei 2026
Nusantara Regas Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional melalui Exercise ISPS Code di FSRU Nusantara Regas Satu

Nusantara Regas Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional melalui Exercise ISPS Code di FSRU Nusantara Regas Satu

4 Mei 2026
Luncurkan Identitas Baru, Bank Syariah Nasional Siap Gebrak Industri Syariah Indonesia

WhatsApp Resmi Bank Syariah Nasional: Cara Aman Mengakses Layanan Bank Syariah di 2026

4 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In