Home / Berita / Sinergi Usaha, Angkasa Pura Airports dan GMF Tanda Tangani Kerjasama Line Maintenance

Sinergi Usaha, Angkasa Pura Airports dan GMF Tanda Tangani Kerjasama Line Maintenance

Angkasa Pura Airports dan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMF) menandatangani Perjanjian Kerjasama Konsesi Usaha dan Sewa Menyewa dalam Kegiatan Usaha Jasa Line Maintenance untuk Pesawat Udara di 13 bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I (Persero). Penandatanganan Perjanjian Kerjasama ini dilakukan oleh Direktur Utama Angkasa Pura Airports Faik Fahmi bersama Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto di Grha Angkasa Pura I, Kemayoran, Jakarta, Jumat (13/7) pagi.

“Melalui penandatanganan perjanjian kerjasama ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi GMF sebagai salah satu pelaku usaha di lingkungan Angkasa Pura Airports dalam menjalankan kegiatan bisnisnya,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura Airports, Faik Fahmi.

Adapun lingkup perjanjian kerjasama ini GMF akan menyewa Ruangan dan/atau Tanah/Tempat Ground Support Equipment (GSE) serta melakukan kegiatan usaha jasa perbaikan pesawat udara yang meliputi perbaikan minor, terjadwal maupun tidak terjadwal (line maintenance) di bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura Airports. Jangka waktu perjanjian kerjasama ini adalah 5 tahun terhitung sejak 1 Januari 2018-31 Desember 2022.

Di tempat yang sama Direktur Utama GMF, Iwan Joeniarto mengatakan bahwa kerja sama ini adalah salah satu bentuk sinergi untuk memperkuat kegiatan usaha antar BUMN maupun anak usahanya. “Angkasa Pura Airports memberikan lahannya kepada GMF dengan timbal balik berupa konsesi atas usaha Line Maintenance yang diberikan GMF kepada pelanggannya. Kami harap kerja sama ini berlangsung baik untuk saling mendorong kinerja kedua belah pihak baik dari segi profitabilitas maupun aspek operasional,” ujar Iwan.

“Kerjasama ini diharapkan dapat semakin meningkatkan sinergi usaha antara Angkasa Pura Airports dan GMF, serta yang paling utama mendukung tercapainya target bisnis yang telah ditetapkan secara bersama-sama,” tambah Faik Fahmi.

Sumber Siaran Pers AP1

Check Also

Pekerjaan Saluran Air Tembus Headrace Tunnel, Konstruksi Proyek PLTA Jatigede Capai 70 Persen

Pekerjaan top heading excavation atau penggalian saluran air di Headrace Tunnel PLTA Jatigede 2×55 MW sepanjang 2.218,73 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *