• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Minggu, 31 Mei 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Tahun 2022, BTN Optimistis Kredit Perumahan Tumbuh 10 Persen

by redaksi
26 Desember 2021
in Berita, Uncategorized
0
Dirut Pahala N. Mansury  Resmikan Gedung Baru Kantor Wilayah I BTN di Bekasi
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk. optimistis penyaluran kredit perumahan pada tahun depan dapat tumbuh 10 persen.

Executive Vice President Nonsubsidized Mortgage & Personal Lending Division (NSLD) Bank BTN, Suryanti Agustinar mengatakan pihaknya optimistis pada 2022 menjadi momentum yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh perbankan untuk pertumbuhan kredit.

RelatedPosts

Community Gateway Telkomsat Dorong Percepatan Digital Inklusif di Wilayah 3T

Jamkrindo Lakukan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Raja Ampat

Transaksi Luar Negeri Melonjak, Bank Mandiri Perluas QR Antar Negara ke Tiongkok

“Rencana bisnis penyaluran pembiayaan rumah tumbuh 10 persen. Per kuartal III tahun 2021 tumbuh 6 persen, ini diharapkan akhir tahun ini bisa tumbuh 7 persen hingga 8 persen,” ujarnya dalam youtube Webinar Outlook Property Nasional 2022, Rabu (22/12/2021).

Keyakinan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 menunjukan tren yang sangat menjanjikan.

IMF memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh di atas 5,9 persen meskipun masih di bawah India yang tumbuh sebesar 8,5 persen. Pertumbuhan ekonomi Indonesia ini berada di atas rerata pertumbuhan ekonomi global yang berada di kisaran 4,9 persen.

“Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang positif merupakan sinyal bagi dunia usaha untuk kembangkan bisnis pada 2022. Inilah mengapa kami menargetkan pertumbuhan pembiayaan perumahan di tahun depan bisa capai 10 persen,” katanya.

Suryanti menuturkan sektor perumahan masih memiliki ruang tumbuh yang besar karena mortgage to GDP ratio Indonesia yang rendah.

Mortgage Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia lebih rendah yakni 3,00 persen dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya seperti Filipina yang 3,8 persen, Malaysia yang 38,4 persen dan Singapura yang mencapai 44,8 persen sehingga masih banyak potensi yang dikembangkan.

Selain itu, backlog rumah yang masih tinggi yakni mencapai 11,4 juta backlog rumah berdasarkan kepemilikan, sebanyak 7,6 juta backlog rumah berdasarkan keterhunian, dan keluarga yang menghuni rumah tidak layak ada 55,5 persen.

Pertumbuhan infrastruktur dan demografi yang tinggi dan pertumbuhan middle class berdampak pada permintaan rumah akan terus bertambah.

“Pembangunan infrastruktur yang masif dan lebih dari 1,8 juta orang melakukan pernikahan setiap tahun serta 77 juta jiwa proyeksi pertumbuhan kelas menengah di tahun 2025. Optismisme terhadap sektor perumahan diyakini masih akan terus tumbu mengingat masih tingginya kebutuhan rumah di Indonesia,” ucapnya.

Suryanti mengungkapkan terdapat sejumlah tantang sektor perumahan di Indonesia. Dari sisi suplai, harga lahan yang semakin tinggi, dan harga rumah meningkat pesat khususnya untuk ruman non subsidi.

Jumlah pengembang pun masih terbatas dan babyak pengembang yang mengalami keterbatasan modal.

Dari sisi demand, keterjangkauan masyarakat terhadap unit rumah masih rendah dan banyak MBR dan di bawah MBR yang unbankable.

“Di sisi pembiayaan adanya keterbatasan pendanaan perbankan dan maturity missmatch antara jangka waktu pendanaan dengan pembiayaan,” tuturnya.

Kendati demikian, permintaan perumahan tetap tumbuh. Adapun tren saat ini terhadap perumahan berfokus pada hunian ukuran kecil lebih besar dibandingkan rumah menengah dan besar.

Selain itu, peningkatan urbanisasi mempercepat demand rumah di kota besar. Pembangunan masif hunian di area pembangunan infrastruktur juga sangat diminati.

Adanya regulasi kepemilikan asing yang dilonggarkan berdampak pada permintaan properti.

“Tren ini akan terus berlanjut ke depan,” katanya.

Suryanti menambahkan pertumbuhan pembiayaan perumahan pada 2022 sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal yang mempengaruhi kondisi perekonomian nasional antara lain pengendalian Covid-19 dan kebijakan pemerintah.

Keberlanjutan program kebijakan kemudahan untuk kepemilikan rumah yakni seperti LTV memicu tumbuhnya KPR secara nasilnal sepanjang pandemi. Perpanjangam berbagai program ini diyakini akan mampu mendorong tumbuhnya industri perumahan pada 2022.

“Selain itu, kepastian pemberian jumlah kuota dan anggaran subsidi perumahan dari pemerintah mempengaruhi pertumbuhan sektor perumahan 2022,” ucap Suryanti.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

DJP Kementerian Keuangan Laporkan Realisasi Penerimaan Pajak Sudah Mencapai 97,37% dari Target APBN

Next Post

Target dan Rencana ANTAM Tahun 2022 akan Diumumkan

Related Posts

Telkomsat Gunakan Slot Orbit Satelit Bekas Indosat
Anak Perusahaan

Community Gateway Telkomsat Dorong Percepatan Digital Inklusif di Wilayah 3T

4 Mei 2026
Jamkrindo Merekrut 10 Putra-putri Terbaik Papua dan Papua Barat
Berita

Jamkrindo Lakukan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Raja Ampat

4 Mei 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun
Berita

Transaksi Luar Negeri Melonjak, Bank Mandiri Perluas QR Antar Negara ke Tiongkok

4 Mei 2026
Nusantara Regas Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional melalui Exercise ISPS Code di FSRU Nusantara Regas Satu
Anak Perusahaan

Nusantara Regas Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional melalui Exercise ISPS Code di FSRU Nusantara Regas Satu

4 Mei 2026
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur
Berita

Di Hari Pendidikan Nasional, Proyek Sekolah Rakyat Halmahera Barat Dapat Dukungan Penuh Pemerintah Daerah

4 Mei 2026
Peringati Hari Anak Internasional, InJourney Aviation Services dan UNICEF Indonesia Lakukan Kolaborasi Program TJSL IAS Anak di 4 Kota Besar
Anak Perusahaan

Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif di Indonesia, IAS dan IVENDO Sepakati Kerjasama

4 Mei 2026
Next Post
Antam Klaim Siap Kelola, Terkait Titipan Aset dari Kejagung

Target dan Rencana ANTAM Tahun 2022 akan Diumumkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

No Content Available
Telkomsat Gunakan Slot Orbit Satelit Bekas Indosat
Anak Perusahaan

Community Gateway Telkomsat Dorong Percepatan Digital Inklusif di Wilayah 3T

by redaksi
4 Mei 2026
0

PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) sebagai salah satu operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus memperkuat peranannya dalam...

Read more
Jamkrindo Merekrut 10 Putra-putri Terbaik Papua dan Papua Barat

Jamkrindo Lakukan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Raja Ampat

4 Mei 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Transaksi Luar Negeri Melonjak, Bank Mandiri Perluas QR Antar Negara ke Tiongkok

4 Mei 2026
Nusantara Regas Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional melalui Exercise ISPS Code di FSRU Nusantara Regas Satu

Nusantara Regas Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional melalui Exercise ISPS Code di FSRU Nusantara Regas Satu

4 Mei 2026
Luncurkan Identitas Baru, Bank Syariah Nasional Siap Gebrak Industri Syariah Indonesia

WhatsApp Resmi Bank Syariah Nasional: Cara Aman Mengakses Layanan Bank Syariah di 2026

4 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In