Lonjakan trafik tersebut diperkirakan terjadi seiring meningkatnya aktivitas digital pelanggan di berbagai kategori aplikasi, mulai dari video streaming, layanan komunikasi, gim, belanja daring, hingga media sosial.
Vice President Global Network Operation Telkomsel Juanita Erawati mengatakan puncak payload diproyeksikan terjadi beberapa hari setelah Hari Raya Idulfitri.
“Proyeksi kami payload tertinggi itu akan mencapai 70,85 petabyte yang diprediksi akan terjadi di H plus [Lebaran 2026]. Kami prediksi akan naik 11% dari hari normal dan 5% dari RAFI 2025,” kata Juanita dalam konferensi pers pada Rabu (25/2/2026).
Untuk layanan suara (voice), Juanita menyebutkan terdapat kenaikan sebesar 1,4% dibandingkan hari normal, meski turun 1,9% dibandingkan periode RAFI 2025.
Dari sisi sebaran wilayah, Telkomsel memprediksi kenaikan jumlah pelanggan tertinggi akan terjadi di regional Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Jawa Barat, serta Jawa Timur. Pergerakan pelanggan selama RAFI turut memengaruhi pola trafik jaringan, khususnya perpindahan dari wilayah aglomerasi Jabodetabek menuju daerah-daerah di Pulau Jawa.
Telkomsel juga memetakan perpindahan pelanggan antardaerah selama RAFI. Juanita mengungkapkan bahwa jumlah pelanggan yang meninggalkan wilayah Jabodetabek tergolong signifikan. Perpindahan tersebut terutama menuju Jawa Tengah sekitar 2,5 juta pelanggan, disusul Jawa Barat sebanyak 1,4 juta pelanggan dan Jawa Timur sekitar 1,1 juta pelanggan.
Selama Ramadan hingga Lebaran 2026, Telkomsel telah mengoptimalkan jaringan di 494 titik prioritas (Points of Interest/POI) lintas kategori, meliputi area khusus atau keramaian, transportasi, rute mudik, kawasan residensial, hingga tempat ibadah. Juanita menegaskan bahwa penentuan POI dilakukan berbasis analisis data dengan tingkat akurasi yang telah teruji.
“Akurasi nya itu 99% Artinya POI yang kami desain, yang kita letakkan pada dasar penelusuran ini Itu 99% memang sesuai dengan prediksi kami,” ujarnya.
Selain itu, perusahaan menerapkan Autonomous Network berbasis AI untuk pemantauan end-to-end selama 24 jam, mulai dari deteksi dini, diagnosis, hingga perbaikan otomatis. Telkomsel juga menyiagakan 15 Posko Siaga Network serta 45 unit COMBAT (Compact Mobile BTS) di lokasi dengan potensi kepadatan tinggi guna menjaga kapasitas dan kualitas sinyal.
Perusahaan turut melaksanakan drive test sepanjang ±18.406 kilometer, termasuk ±4.167 kilometer jalan tol, untuk memastikan cakupan serta kualitas layanan suara dan data tetap andal.
Sementara itu, Direktur Sales Telkomsel Stanislaus Susatyo menyatakan bahwa pada Ramadan tahun ini perusahaan berfokus untuk hadir melayani pelanggan secara optimal.
“Kami sudah siapkan layanan pelanggan yang siaga kapan pun pelanggan butuh, hadirkan ragam penawaran yang istimewa, sampai tingkatkan keandalan jaringan agar setiap pelanggan dapat beribadah dengan khusyuk, bersilaturahmi dengan lancar, dan menikmati momen Ramadan yang lebih bermakna,” katanya.
Telkomsel mengoperasikan 43 Posko Telkomsel Siaga, yang terdiri atas 15 Posko Flagship dan 28 Posko Reguler, selama periode 19 Februari hingga 31 Maret 2026. Melalui posko tersebut, pelanggan dapat melakukan aktivasi dan isi ulang berbagai produk Telkomsel, mengakses layanan migrasi kartu SIM atau eSIM, memperoleh bantuan layanan MyTelkomsel, hingga menukarkan Telkomsel POIN.
Operasional Posko Telkomsel Siaga melengkapi berbagai kanal layanan pelanggan lainnya, seperti aplikasi MyTelkomsel, situs web www.telkomsel.com, media sosial @telkomsel, Call Center 188, ratusan GraPARI Siaga, serta puluhan ribu mitra Outlet Siaga di seluruh Indonesia.
Kanal digital juga diperkuat melalui Posko RAFI Digital di TikTok, kehadiran AI Travel Assistant di aplikasi MyTelkomsel sebagai panduan mudik, serta Paket Bundling Norton Mobile Security untuk memberikan kenyamanan dan keamanan berkomunikasi selama Ramadan.
Sumber Bisnis, edit koranbumn
















