Tiga menteri Kabinet Indonesia Maju yakni Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi, dan Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kebumen, Minggu (23/5/2021). Tiga menteri tersebut melaksanakan sejumlah agenda kegiatan bertempat di Desa Tanjungsari, Kecamatan Kutowinagun, Kabupaten Kebumen yang berlangsung sejak pukul 12.30 WIB hingga selesai.
Kegiatan diawali dengan peninjauan Rice Milling Unit (RMU) di wilayah kecamatan Kutowinangun. RMU atau Sentra Pengolahan Beras Terpadu ini merupakan program kewirausahaan petani yang mampu mengolah padi basah menjadi beras siap konsumsi dengan kapasitas 3 ton per jam.
Agenda dilanjutkan dengan Paparan Program Kewirausahaan Petani oleh Bupati Kebumen Arif Sugiyanto kepada para menteri. RMU sendiri telah mulai dibangun sejak awal tahun 2018 dengan berdirinya PT Mitra Desa Pamarican (PT MDP) yang sahamnya dimiliki petani dan masyarakat desa melalui 14 Gapoktan.
Selain itu, kepemilikan saham RMU juga dipegang BUMDes Bersama (gabungan BUMDes se kecamatan Kutowinangun) dan PT Mitra Bumdes Nasional (PT MBN) sebagai anak perusahaan BUMN. RMU ini dibangun dengan dana CSR berupa Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) dari Bank Mandiri dan PT Pertamina.
Bank Mandiri sejauh ini terlibat aktif memberikan pendampingan dan supervisi serta pengawasan terhadap PT MDK agar aktivitas PT sesuai dengan tujuan pembentukannya yakni mewirausahakan petani. Kunjungan diakhiri dengan dialog antara para menteri, bupati, dengan warga melalui kegiatan Pertemuan Kelompok Nasabah Permodalan Nasional Madani Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar) di Desa Tanjungsari Kutowinangun Kebumen.
Dialog ini diharapkan menjadi forum pendampingan Kelompok Nasabah dan sarana untuk memberikan motivasi kepada warga Nasabah PNM Mekaar. Dalam kesempatan ini, ketiga menteri mengunjungi salah satu usaha nasabah Mekaar Kelompok Keragilan Damai (Ibu Sriwahyuni).
Selanjutnya, ketiga menteri juga melakukan dialog dengan 3 nasabah disabilitas PNM yakni Ibu Siti Aminah yang mengidap Kifosis atau Cacat Punggung dengan jenis usaha Produksi Keripik Pisang. Kemudian Ibu Siti Mutaminah mengidap lumpuh kaki dengan usaha Emping serta Ibu Nurnayani penderita tangan buntung dengan usaha Pedagang Ikan.
PNM Mekaar sendiri merupakan layanan permodalan berbasis kelompok yang diperuntukan bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro. Baik yang ingin memulai usaha maupun mengembangkan usaha.
Turut mendampingi kunjungan 3 menteri ini, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Direktur Hubungan Lembaga Bank Mandiri Rohan Hafas, Direktur Utama PNM Arief Mulyadi, Kepala Kantor PNM Cabang Kutowinangun dan sejumlah pejabat Pertamina.
Per Desember 2020 PNM telah menyalurkan Rp 24,34 triliun untuk PNM Mekaar dan Rp 2,51 triliun untuk ULaMM, dengan total outstanding mencapai Rp 22,50 triliun. Jumlah nasabah PNM Mekaar dan ULaMM sebanyak 7.900.252 Saat ini PNM memiliki lebih dari 3.357 kantor layanan di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 439 Kabupaten/Kota, dan 4.450 Kecamatan.
Sumber PNM, KBUMN Edit koranbumn
















