PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) melakukan audiensi terbuka dengan manajemen Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kamis (12/8/2021). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini tetap menerapkan protokol kesehatan serta pembatasan peserta luring secara ketat.
Konsolidasi tatap muka ini dilaksanakan pertama kali sejak PT TWC ditetapkan menjadi pengelola TMII oleh Kementerian Sekretariat Negara, awal Juli 2021 lalu. Hal ini dilakukan sebagai bagian membangun komunikasi efektif antara Direksi PT TWC dengan manajemen TMII.
WS. Direktur Utama PT TWC Mardijono Nugroho dalam sambutannya mengatakan bahwa komunikasi terbuka menjadi kunci dalam membangun proses kinerja yang baik untuk mengembangkan TMII. Hal ini menjadi salah satu prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan perlu diterapkan untuk membangun kerja sama dengan semua pihak yang terlibat di TMII.
“Transparansi merupakan bagian dari GCG (Good Corporate Governance). Kita pun sama, akan terbuka untuk komunikasi. Mengenai status pun akan transparan. Melalui niat baik, mari kita saling membuka diri dan transparan,” ungkapnya langsung dari Gedung Sasono Langen Budoyo, TMII.
Kegiatan ini diikuti juga oleh Direktur Keuangan, Investasi, Manajemen Resiko & SDM Palwoto, Direktur Pemasaran & Pelayanan Hetty Herawati, Corporate Secretary Emilia Eny Utari dan Direktur Eksekutif TMII I Gusti Putu Ngurah Sedana. Acara ini diikuti oleh 200 peserta daring serta jajaran peserta luring yang terdiri dari kepala bagian, manager dan koordinator.
Senada dengan hal itu, Direktur Keuangan, Investasi, Manajemen Resiko & SDM Palwoto mengatakan bahwa saat ini stakeholder di TMII perlu mendapat pemahaman serta informasi yang jelas. Prinsip keterbukaan ini menjadi nilai yang harus dipegang teguh oleh semua pihak dalam memajukan TMII ke depan.














