• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Rabu, 21 Januari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Utang BUMN Terus Disorot, Apa Kata Rhenald Kasali?

by redaksi
28 Februari 2020
in Berita, Kinerja & Investasi
0
0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RelatedPosts

Dirut Jasa Marga: Lebih Dari 1,2 Juta Kendaraan Masuk dan Keluar Wilayah Jabotabek Selama Periode Libur Isra Mikraj 2026

Bukan Sekadar Seremonial, PTBA Jadikan Bulan K3 Nasional Momentum Bangun Budaya Keselamatan Kerja

Dekatkan Akses Layanan Keuangan, BRILink Agen Waisun Jadi Tumpuan Warga di Papua Pegunungan

Utang BUMN terus disorot dan selalu menjadi bahasan publik. Sebenarnya sejauh mana sih, posisi utang BUMN saat ini? Bagaimana seharusnya melihat utang BUMN itu secara proporsional? Apakah ada manfaatnya?
Ini adalah pandangan Profesor  Rhenald Kasali, Guru Besar Universitas Indonesia, yang dikenal sebagai ‘guru manajemen’, yang kebetulan menjabat sebagai salah satu komisaris BUMN. Berikut penjelasannya:
Pertama, dulu sewaktu di masa-masa lalu, BUMN jarang investasi. Kondisi seperti itu disebut ‘lazy company’. Mengapa disebut lazy? Jawabnya karena CEO dan BUMN malas investasi. Kok malas? Ya pasti karena takut ambil utang untuk investasi, walaupun mampu.
Lihat saja pelabuhan-pelabuhan saat itu pakai kuli angkut sehingga kapal-kapal besar nggak ada yang merapat ke sini, dan harus dipecah-pecah di Singapura. Lalu mengeluhlah kita bahwa ongkos angkut kontainer 22 feet Jakarta-Banda Aceh lebih mahal daripada mengirim ukuran yang sama ke Hamburg.
Duit cuma disimpan di bank. Hanya mengeksploitasi aset yang sudah ada. Itu benar-benar lazy. Bahkan tak sedikit yg mau nyaman dan aman. Tantiem gede, tapi tak mewariskan alat produksi baru bagi next generation. Sebab, kalau investasi, kan tahun berikutnya profit perusahaan langsung drop, tantiem turun karena sudah ada biaya bunga, bayar cicilan, biaya penyusutan, dan lain-lain, sedangkan pendapatan baru akan naik 6-10 tahun ke depan.
Mana mau CEO lazy ambil utang? Makanya kita harus hati-hati membuat komentar jangan sampai men-discourage orang-orang yang menjalankan prinsip yang benar.
Apakah kita mau mundur lagi ke belakang? Membiarkan hanya eksploitasi aset yang sudah ada?
Eksplorasi-Eksploitasi
BUMN sebaiknya melakukan prinsip “Ambidexterous”: balancing antara eksploitasi dan eksplorasi. Jangan cuma hanya duduk manis jadi komisaris menikmati warisan dan bangunan serta investasi yang dilakukan pendahulu-pendahulu kita. Itu namanya eksploitasi. Keren sih gak ada utang, tapi gak ada warisan kebaikan buat penerus nanti. Itulah namanya eksplorasi: investasi-investasi baru yang hasilnya baru dinikmati 6-10 tahun ke depan.
Kedua, Mengapa harus berutang? Di kementerian BUMN itu ada kriterianya, dan ada banyak pilihannya. Tetapi berutang itu dalam terminologi investasi artinya kami me-leverage aset. Kalau kita aktif ikut rapat dewan komisaris, pasti tahu utang itu ada governance dan ada guidance-nya. Nggak seperti yang sering diberitakan seakan-akan bisa semaunya dan tanpa arah. Gak gitu kali ah.
Ini berbeda dengan utang sebagai perorangan untuk konsumsi. Jadi leverage aset untuk menciptakan alat produksi yang dinikmati anak cucu itu tidak jelek. Buat apa punya gunung emas kalau tak ada investasi? Lalu kalau mau diambil dan dimanfaatkan emasnya, mau pakai apa kalau bukan meleverage aset (emas) itu?
Ketiga, utang BUMN kok besar? Jangan lupa di antara BUMN itu ada 4 bank besar yang sudah memberi manfaat besar. Dan kalau kita mendalami bank, maka di sisi kiri neracanya ada aset dan di kanan (sama dengan modal sendiri dan utang). Nah, bank itu karakter bisnisnya memang 90% utang, dan modal sendiri paling cuma 10% atau kurang.
Mau dia BNI atau Citibank, ya begitu karakter bisnisnya. Jadi kalau portofolio aset perbankan tambah besar dalam BUMN kita, ya otomatis “utangnya” besar. Wong bisnisnya titip-menitip uang.
Misi Negara
Jadi, memang bicara utang BUMN ini kudu hati-hati. Kalau nggak, nanti kita kembali jadikan BUMN kita “lazy company” seperti dulu lagi. Sekarang, karena dengan utang (menerbitkan obligasi, dll) kita bisa punya dan bangun pelabuhan-pelabuhan baru, jalan tol yang lebih dirasakan manfaatnya, bandara-bandara yang lebih bagus, dan seterusnya. Kalau nggak mau utang, baiknya disebutkan juga konsekuensinya dong.Jangan sepotong-sepotong menjelaskannya.
Saya justru mengkritik keras CEO dan komisaris BUMN yang lazy. Maaf, jangan kita sembunyikan hal-hal yang seperti ini. Nggak berani utang untuk kebaikan kelihatan populis.
BUMN itu dalam UU-nya disebut menjalankan misi negara. Jadi, adakalanya kita harus kalahkan profit demi menjalankan misi negara.
Kami misalnya ditugaskan operasikan dan investasi bandara di Jember, Silangit dan Sibolga yang secara perusahaan pasti rugi. Investasi perpanjangan landasan dan bangun terminal yang nyaman buat rakyat itu mahal dan tak sesuai dengan hitung-hitungan untung ruginya. Tetapi karena “negara” memerintahkan untuk pelayanan publik, kami tak ada kata tak siap.
Pokoknya siap. Pertamina menurut saya juga begitu. Masa mau nolak kalau harga gas gak boleh naik? CEO tak bisa bilang bahwa rugi, maka tak mau. Wong itu punyanya negara kok. Jadi misi negara ya misi BUMN.
Lalu, namanya juga bisnis, bisa untung bisa buntung. Nggak selamanya juga harga bagus dan permintaan bagus. Hendaknya kita jangan bangun persepsi bahwa BUMN itu sakti maka dia selalu bisa untung.
Sumber Bisnis.com

Previous Post

Workshop 10 Agustus 2018 : Pengupahan, Penggunaan Tenaga Asing, Outsourcing, Perselisihan Hubungan Industri dan Sanksi Pidana

Next Post

Pelindo II Perbarui Sistem Digital Layanan Pelanggan dengan 6 Fitur

Related Posts

Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol
Berita

Dirut Jasa Marga: Lebih Dari 1,2 Juta Kendaraan Masuk dan Keluar Wilayah Jabotabek Selama Periode Libur Isra Mikraj 2026

20 Januari 2026
Festival Kuliner Sambut Hari Jadi PTBA
Berita

Bukan Sekadar Seremonial, PTBA Jadikan Bulan K3 Nasional Momentum Bangun Budaya Keselamatan Kerja

20 Januari 2026
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru
Berita

Dekatkan Akses Layanan Keuangan, BRILink Agen Waisun Jadi Tumpuan Warga di Papua Pegunungan

20 Januari 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Anak Perusahaan

Raih Penghargaan di Thailand, Inovasi Produksi Pertadex dari Kilang Pertamina Dapat Golden Medal IPITEX 2026

20 Januari 2026
Jasa Raharja Dukung Kegiatan Penanaman Pohon  “Satu Pohon Sejuta Manfaat”
Berita

Rubi Handojo Soroti Transformasi SDM sebagai Penggerak Daya Saing Perusahaan di Acara HR Networking 2026

20 Januari 2026
Direktur M. Jamil Jadi Salah Satu Panelis pada ADW’s Procurement Talks 20.20
Berita

Semen Baturaja Terdampak Larangan Angkutan Batu Bara di Sumsel

20 Januari 2026
Next Post

Pelindo II Perbarui Sistem Digital Layanan Pelanggan dengan 6 Fitur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

PINDAD Resmikan Logo Identitas Visual Terbaru Perusahaan

PINDAD Kolaborasi dengan Rumah Zakat, Kembali Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana

4 hari ago
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol

Dirut Jasa Marga: 1,2 Juta Kendaraan Diprediksi Masuk dan Keluar Wilayah Jabotabek Periode Libur Isra Mikraj 2026, Pengguna Jalan Diimbau Utamakan Keselamatan Berkendara Pada Masa Musim Penghujan

5 hari ago
Dirut Yosviandri Menandatangani Nota Kesepahaman antara Semen Padang dengan UNP

Semen Padang Mendistribusikan 3.310 zak Semen untuk Membangun 181 Huntara di Sumbar

6 hari ago
PNM Telah Berikan Keringanan kepada 109.733 Debitur Terdampak Corona

PNM Perkuat Narasi Pemberdayaan Lewat Potret “Perempuan Lentera Kehidupan” di MRT Bundaran HI

6 hari ago
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol
Berita

Dirut Jasa Marga: Lebih Dari 1,2 Juta Kendaraan Masuk dan Keluar Wilayah Jabotabek Selama Periode Libur Isra Mikraj 2026

by redaksi
20 Januari 2026
0

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 1.232.648 kendaraan keluar dan masuk...

Read more
Festival Kuliner Sambut Hari Jadi PTBA

Bukan Sekadar Seremonial, PTBA Jadikan Bulan K3 Nasional Momentum Bangun Budaya Keselamatan Kerja

20 Januari 2026
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru

Dekatkan Akses Layanan Keuangan, BRILink Agen Waisun Jadi Tumpuan Warga di Papua Pegunungan

20 Januari 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Raih Penghargaan di Thailand, Inovasi Produksi Pertadex dari Kilang Pertamina Dapat Golden Medal IPITEX 2026

20 Januari 2026
Jasa Raharja Dukung Kegiatan Penanaman Pohon  “Satu Pohon Sejuta Manfaat”

Rubi Handojo Soroti Transformasi SDM sebagai Penggerak Daya Saing Perusahaan di Acara HR Networking 2026

20 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In