PT Wijaya Karya Beton Tbk (Wika Beton) mencatatkan kontrak baru sebesar Rp 1,1 triliun hingga Mei 2020. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu realisasi tersebut turun 47,61% sebesar Rp 2,1 triliun.
“Penurunan tersebut akibat sejumlah rencana perlehan kontrak baru tertunda karena pandemi virus corona,” terang Sekretaris Perusahaan Wika Beton Yuherni Sisdwi kepada kontan.co.id, Selasa (16/6).
Karenanya, dibandingkan perolehan pada kuartal I lalu kontrak baru emiten dengan kode saham WTON tersebut hanya bertambah sebesar Rp 250 miliar. Adapun perolehan kontrak baru selama 3 bulan pertama tahun ini sebesar Rp 850 miliar.
Yuherni memaparkan beberapa kontrak yang memiliki kontribusi besar terhadap seluruh perolehan kontrak baru di tahun ini dari proyek infrastruktur seperti, Tol Indrapura – Kisaran, Tol Tebing Tinggi – Parapat, Jalan Bandara NYIA, dan Tol Balikpapan – Samarinda. Selain infrastruktur, ada pula kontrak dari pembangunan pabrik yakni, pembangunan pabrik PT Eclat Textille Indonesia dan pabrik PT New Asia International.
Kemudian, untuk penundaan proyek pihaknya memproyeksikan tender-tender akan dimulai kembali pada kuartal III. Tapi, untuk proyeksi kontrak baru hingga semester I Yuherni masih enggan buka-bukaan.
Wika Beton menilai, penjualan tergolong masih bisa dijalankan dengan mempercepat pengakuan kontrak penjualan dari carry over dan kontrak baru. Adapun totalnya mencapai Rp 6,4 triliun. “Prediksi untuk semester I sementara masih tidak jauh beda dengan pencapaian tahun lalu, artinya kondisi optimisnya maksimal sebesar tahun lalu,” tuturnya.
Pada semester I tahun lalu, WTON mencatatkan pendapatan sebesar Rp 2,63 triliun dengan laba bersih Rp 166,66 miliar. Sementara, kinerja kuartal I/2020 WTON mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,16 triliun dengan laba bersih Rp 72,66 miliar.
Sumber Kontan, edit koranbumn














