Home / Berita / Bedah buku “Wardijasa: Menjaga Asa Industri Kimia

Bedah buku “Wardijasa: Menjaga Asa Industri Kimia

PT Petrokimia Gresik (PG) menjadi tuan rumah bedah buku “Wardijasa: Menjaga Asa Industri Kimia”. Bedah buku yang digagas Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia (BKK-PII) ini digelar di Wisma Kebomas, 9 Agustus 2018.

Dari uraian buku tulisan Mauluddin Anwar dan Latief  Siregar itu terlihat bahwa Wardijasa adalah sosok yang berprestasi dan menginspirasi. Ia rela meninggalkan jabatan sebagai Ketua Jurusan Departemen Teknik Kimia di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan memilih memulai kariernya dari nol di PT Pusri Palembang.  Padahal orangtuanya berharap ia menjadi guru.

“Saya menyampaikan ke orangtua, kerja di pabrik pupuk untuk memberikan manfaat bagi petani, termasuk petani yang ada di tanah lahir saya,” ujar pria yang kini berusia 82 tahun itu.

Ia masuk Pusri pada Maret 1966, bersama mahasiswa yang diujinya  saat menjadi Ketua Jurusan. Menurutnya, saat itu Pusri adalah pabrik kimia  yang sudah modern.

“Meniti karier dari bawah, sebagai foreman. Semua itu hikmah dan banyak yang saya pelajari. Mulai meniti karir dari bawah dengan ikhlas,” ungkap mantan Direktur Produksi PT Pusri ini

Wakil Ketua BKK PII, Maryono menyampaikan bahwa buku ini adalah buku ketiga dari rangkaian “Inspirational Book Series” yang digagas BKK-PII. Buku pertama berjudul “Ir. Kotan Pasaman: Berkarya dengan Hati”, berikutnya “Ir. R. I. J. Soetopo: Mikul Gunung Melanglang Buana”.

Bagi Maryono,  Wardijasa adalah sosok yang komplet. Ia pernah berkarier di akademis, industri, dan pemerintahan. Wardijasa bukan hanya pelaku sejarah, tapi juga sosok pembuat sejarah khususnya dalam industri kimia di Tanah Air.

 Menurut Direktur Utama (Dirut) PG, Nugroho Christijanto, sosok Wardijasa banyak sekali memberikan warna bagi PG, khususnya saat menjabat sebagai Dirut PT Pupuk Kujang dan Dirjen Industri Kimia Dasar.

Nugroho berharap,  asa untuk mengembangkan industri kimia yang dirintis Wardijasa tetap terjaga hingga waktu mendatang. Sebab, industri kimia di Indonesia mewarnai setiap aktivitas kehidupan, dan perannya sangat besar. Industri kimia selalu menciptakan nilai tambah, dari sumber daya alam menjadi produk yang digunakan sehari-hari.

Acara Bedah Buku ini selain dihadiri oleh jajaran Direksi PG juga dihadiri mantan Dirut PG yang merupakan Perintis Pupuk Majemuk di Indonesia, Rauf Purnama. Selain itu juga dihadiri pengurus PIKPG, mahasiswa Teknik Kimia ITS, Ubaya, dan UISI.

Sumber Situs Web Petrokimia Gresik

Check Also

Pelindo Sambut Hangat Tamu Negara Peserta ASEAN Port Association Meet 2019 di Yogyakarta ⁣

Total seribu atlet dan kontingen dari sembilan negara Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN Ports …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *