• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Rabu, 18 Februari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

68 Tahun BTN (1): Sejarah BTN

by redaksi
28 Februari 2020
in Korporasi
0
0
SHARES
839
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RelatedPosts

Perminas Bersama Danantara Kolaborasi dengan New Energy Metals Holdings Ltd (NEM) Kembangkan Ekosistem Logam Tanah Jarang

Strategi Danantara Mencapai Target ROA 7%

Danantara Mengungkapkan Rencana Pengembangan 20 proyek Hilirisasi Lintas sektor senilai Rp437,65 triliun

Sejarah BTN

Era Pemerintahan Belanda
POSTSPAARBANK yang didirikan pemerintah Hindia Belanda melalui Koninklikij Besluit No.27 tanggal 16 Oktober 1897 di Batavia  menjadi cikal bakal berdirinya Bank Tabungan Negara
Berdirinya Postspaarbank di harapkan dapat mendidik masyarakat agar gemar menabung dan diperkenalkan lembaga perbaikan secara luas.
Perkembangan Pospaarbank dalam penghimpunan dana masyarakat terus menunjukkan peningkatan yang sangat baik dan berkembang serta tercatat hingga tahun 1939 telah memiliki 4 (empat) cabang yaitu Jakarta, Medan, Surabaya dan Makasar. Pada tahun 1940 kegiatan menghimpun dana masyarakat terganggu, dampak penyerbuan Jerman atas Netherland yang mengakibatkan penarikan dana maupun tabungan besar – besaran oleh nasabah dalam waktu yang relatif singkat (rush). Namun demikian keadaan keuangan Postspaarbank pulih kembali pada tahun 1941.
Era Pemerintahan Jepang
Pada 1 April 1942 Postparbank diambil alih pemerintah Jepang dan diganti namanya menjadi Tyokin Kyoku.
Pada tahun 1942, kekuasaan Hindia Belanda berakhir dan menyerah kepada pemerintah Jepang. Pemerintahan baru Jepang membekukan kegiatan Postspaarbank dan mendirikan TYOKIN KYOKU dengan bertujuan sama untuk menarik dana masyarakat melalui tabungan. Sampai dengan Proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, berakhirnya kekuasaan pemerintah Jepang di Indonesia, Tyokin Kyoku hanya berhasil menambah satu cabang yaitu cabang Yogyakarta.
Era Kemerdekaan
Setelah kemerdekaan diproklamasikan, maka Tyokin Kyoku diambil alih oleh pemerintah Indonesia, dan namanya diubah menjadi KANTOR TABUNGAN POS RI. Pasca Kemerdekaan, Kantor Tabungan Pos RI mendapatkan penugasan Negara penting yakni melakukan penukaran uang Jepang dengan uang Republik Indonesia (ORI). Tetapi kegiatan Kantor Tabungan Pos RI berlangsung singkat hanya kurang lebih 1 tahun, karena agresi Belanda (Desember 1946) mengakibatkan didudukinya semua kantor termasuk kantor cabang dari Kantor Tabungan Pos RI hingga tahun 1949.
Pada tanggal 9 Februari 1950 pemerintah mengganti Kantor Tabungan Pos RI mengganti namanya dengan nama Bank Tabungan Pos RI, menjadi sebagai satu-satunya lembaga tabungan di Indonesia.
Lembaga ini bernaung dibawah Kementrian Perhubungan, melaksanakan UU Darurat No.9 tahun 1950 dikeluarkan tanggal 9 Februari 1950 yang mengubah nama “POSTSPAARBANK IN INDONESIA” berdasarkan staatblat no.295 tahun 1941 menjadi BANK TABUNGAN POS dan memindahkan induk kementrian dari Kementrian Perhubungan ke Kementrian Keuangan dibawah menteri Urusan Bank Sentral.
Walaupun dengan UU Darurat tersebut masih bernama BANK TABUNGAN POS, tetapi tanggal 9 Februari 1950 ditetapkan sebagai hari dan tanggal lahir Bank Tabungan Negara. Nama Bank Tabungan Pos menurut UU Darurat tersebut dikukuhkan dengan UU No. 36 tahun 1953 tanggal 18 Desember 1953.
Era Tahun 1960 an
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 4 tahun 1963 Lembaran Negara Republik Indonesia No. 62 tahun 1963 tanggal 22 Juni 1963, maka resmi sudah nama Bank Tabungan Pos diganti namanya menjadi BANK TABUNGAN NEGARA. Dalam periode ini posisi Bank BTN telah berkembang dari sebuah unit menjadi induk yang berdiri sendiri
Perubahan menjadi Bank Tabungan Negara kemudian dikuatkan dengan UU No. 2 tahun 1964 tanggal 25 Mei 1964.
Penegasan status Bank Tabungan Negara sebagai bank milik Negara ditetapkan dengan UU No. 20 tahun 1968 tanggal 19 Desember 1968 yang sebelumnya (Sejak Tahun 1964) Bank Tabungan Negara menjadi BI unit V. Periode awal pendirian tugas utama Postpaarbank sampai dengan Bank Tabungan Negara (1968) adalah gerak dalam lingkup penghimpunan dana masyarakat melalui tabungan.
Era Tahun 1970-an
Sejak Tahun 1974 Bank Tabungan Negara (BTN) ditambah tugasnya yaitu memberikan pelayanan KPR (Kredit Pinjaman Rumah) sesuai surat penunjukan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia pada tanggal 29 Januari 1974 melalui Surat Menteri Keuangan RI No. B-49/MK/I/1974 sebagai wadah pembiayaan proyek perumahan untuk rakyat.
Sejalan dengan tugas tersebut, maka untuk pertama kalinya realisasi penyaluran KPR terjadi tanggal 10 Desember 1976, karena itulah tanggal 10 Desember diperingati sebagai hari KPR bagi BTN. Waktu demi waktu akhirnya menjadikan BTN sebagai satu-satunya bank yang mempunyai konsentrasi penuh dalam pengembangan bisnis perumahan di Indonesia melalui dukungan KPR BTN.
Era Tahun 1990-an
Memasuki Periode Tahun 90an, BTN semakin berkembang , di tahun 1989 BTN sudah mengeluarkan obligasi pertamanya.
Pada tahun 1992, bentuk badan hukum BTN mengalami perubahan lagi sesuai dikeluarkannya PP No. 24 tahun 1992 tanggal 29 April 1992 yang merupakan pelaksanaan dari UU No.7 tahun 1992 bentuk hukum BTN berubah menjadi perusahaan perseroan.,dengan nama bank menjadi Bank BTN.
Status Bank BTN ini menjadi PT. Bank Tabungan Negara (Persero) , dengan menjalankan bisnis perumahan melaui penyediaan KPR bersubsidi .
Sukses Bank BTN dalam bisnis KPR juga telah meningkatkan status Bank BTN sebagai bank Konvensional menjadi Bank Devisa pada tahun 1994. Layanan bank dalam bentuk penerbitan Letter of Credit (L/C), pembiayaan usaha dalam bentuk Dollar, dan lain lain bisa diberikan Bank BTN dengan status tersebut.
Era Tahun 2000 an
Berdasarkan kajian konsultan independent, Price Waterhouse Cooper, pemerintah melalui Menteri BUMN dalam surat S-544/M/2000 memutuskan Bank BTN sebagai bank umum fokus bisnis pembiayaan perumahan tanpa subsidi.
Bank BTN pun mulai mengembangkan produk-produk layanan perbankan sebagaimana layaknya bank umum (komersial)
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Bank BTN adalah menjalankan kegiatan umum perbankan, termasuk melakukan kegiatan Bank berdasarkan prinsip syariah sejak 14 Februari 2005.
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengeluarkan pernyataan efektif terhadap produk investasi baru berbasis sekuritisasi. Produk itu adalah EBA Danareksa Sarana Multigriya Finansial I – Kredit Kepemilikan Rumah Bank Tabungan Negara (SMF I-KPR BTN). Di tahun yang sama juga Bank BTN melakukan Penawaran Umum Saham Perdana (IPO) dan listing di Bursa Efek Indonesia.
Pada tahun 2009, Bank Tabungan Negara mendapatkan kode BBTN memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BBTN (IPO) Seri B kepada masyarakat sebanyak 2.360.057.000 dengan nilai nominal Rp500,- per saham dengan harga penawaran Rp800,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 17 Desember 2009.
Pada Bank BTN terdapat 1 lembar Saham Seri A Dwiwarna yang dipegang Pemerintah Negara Republik Indonesia. Pemegang saham seri A memperoleh hak khusus untuk mengajukan calon Dewan Komisaris dan Direksi sebagai tambahan atas hak yang diperoleh pemegang saham seri B.
Era Bank BTN Saat ini
Kepercayaan masyarakat dan pemerintah terhadap Bank BTN telah mengantarkan kami mendapatkan penghargaan dalam ajang Anugerah Perbankan Indonesia VI 2017 sebagai Peringkat 1 Bank Terbaik Indonesia 2017. Dengan adanya penghargaan tersebut akan mengukuhkan optimisme Bank BTN mampu melanjutkan catatan kinerja positif dan mencapai target bisnis perseroan pada tahun tahun berikutnya.
 
 
Diolah berbagai sumber
Editor : Erik Aradena / koranbumn01

Previous Post

Review: PKBL Pindad

Next Post

68 Tahun BTN (2): Profil dan Manajemen BTN

Related Posts

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Perminas Bersama Danantara Kolaborasi dengan New Energy Metals Holdings Ltd (NEM) Kembangkan Ekosistem Logam Tanah Jarang

18 Februari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Strategi Danantara Mencapai Target ROA 7%

17 Februari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Danantara Mengungkapkan Rencana Pengembangan 20 proyek Hilirisasi Lintas sektor senilai Rp437,65 triliun

16 Februari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

COO Danantara, Dony Oskaria Ungkap Jumlah BUMN yang Mencatat Laba hanya 48% dari Total Seluruh BUMN

15 Februari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Presiden Prabowo Puji Kinerja Danantara Atas Capaian Efisiensi dan Reformasi yang Dilakukan

14 Februari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Danantara Berencana Merampingkan Anak Usaha Telkom dari 66 Jadi Belasan yang Fokus pada Empat Unit Bisnis Utama

13 Februari 2026
Next Post

68 Tahun BTN (2): Profil dan Manajemen BTN

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Rintis Kerja Sama dengan Rua Al Madinah untuk Memperkuat Layanan Haji dan Umroh

6 hari ago
Telkomsel Perbarui Identitas dengan Hadirkan Logo Baru

Matematika itu Mudah, Bukan? Telkomsel dan INA AI Hadirkan Paket Bundel Sacred Octagon, Bikin Berani Belajar Numerasi dengan Permainan Ramah Anak

5 hari ago
Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

BTN Catat Realisasi Penyaluran KPR FLPP Mencapai 6.000 Unit pada Periode Januari 2026

9 jam ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Pertamina Hadirkan Green Terminal, Perkuat Ketahanan Energi Rendah Karbon

7 hari ago
Aksi Nyata InJourney Hospitality, Wujudkan Pendidikan Berkualitas di SDN Tenjolaut Sukabumi
Berita

Bersama Ciptakan Ramadan Penuh Makna, Hotel Truntum Padang Luncurkan “Family Feast Ramadan” & “Ramadan Family Stay”

by redaksi
18 Februari 2026
0

Menyambut bulan suci Ramadan, Hotel Truntum Padang meluncurkan program promosi Ramadan bertema “Bersama Ciptakan Ramadan Penuh Makna”, sebuah rangkaian penawaran...

Read more
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Penerangan Berbasis PLTS Hadir, Nelayan Cilamaya Kini Melaut dengan Lebih Aman dan Produktif

18 Februari 2026
Garuda Indonesia dan Citilink Sudah Mulai Berlakukan Diskon Sejumlah Rute

Garuda Indonesia Bidik Pertumbuhan Kinerja Positif pada Periode Lebaran 2026

18 Februari 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Optimalisasi Struktur Keuangan, Bank Mandiri Perkuat Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

18 Februari 2026
Rencana Revitalisasi Anjungan Daerah DIY, TMII Audiensi dengan Gubernur DIY

Bersama Ciptakan Ramadan Penuh Makna, InJourney Destination Management Buka Program Mudik Gratis BUMN 2026 ke Yogyakarta

18 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In