• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Kamis, 5 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Pembiayaan Sindikasi Diproyeksikan akan Prospektif di Tahun 2021

by redaksi
18 Januari 2021
in Berita
0
Remunerasi 2019, BNI Naik BTN Turun
0
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pasar kredit sindikasi diperkirakan akan prospektif tahun ini setelah mengalami perlambatan pada tahun 2020 akibat tekanan pandemi Covid-19. Mulai dilakukannya vaksinasi Covid-19 di awal 2021 ini akan mendorong kepercayaan pasar melanjutkan pembahasan kredit sindikasi.

Kepala Divisi Sindikasi dan Solusi Korporasi BNI mengatakan prospek sindikasi diperkirakan akan membaik seiring dimulainya vaksinasi itu namun situasinya masih belum akan sama seperti tahun sebelum terjadinya Covid-19.

RelatedPosts

Sinergi Len Incorporated Salurkan Ribuan Paket Sembako dalam Program “Ramadhan Berbagi 1447 H”

Harga Emas Merangkak Naik, BSI Pastikan Stok Emas Aman

Rayakan Hari Jadi ke-45, PTBA Perkuat Komitmen Kelestarian Alam dan K3

“Potensi kredit sindikasi di tahun 2021 masih akan didominasi oleh sektor infrastruktur (power plant dan jalan tol) serta pertambangan dan energi.  BNI sendiri sudah memiliki pipeline yang diharapkan bisa closing melebihi signed pipeline tahun 2020,” kata Romme

Tahun ini, BNI menargetkan pembiayaan sindikasi naik dari 5% dari target 2020. Fee based income (FBI) dari sindikasi ini diharapkan bisa meningkat 13% dari target tahun lalu. Sepanjang 2020, bank ini mencatatkan kesepakatan kredit sindikasi senilai Rp 60 Triliun atau 98,2% dari target dan mengantongi FBI melebihi target yakni 104,7%.

Pandemi Covid-19 turut menekan pasar sindikasi tahun lalu. Berdasarkan Bloomberg League Table Reports Global Syndicated Loan, total kesepakatan pembiayaan sindikasi yang dibuat sepanjang 2020 hanya 65 proyek dengan nilai US$ 22,94 miliar atau sekitar Rp 323,5 triliun (dengan asumsi kurs Rp 14.100). capaian tersebut turun 15% dibandingkan tahun 2019 yang mencatatkan kesepakatan sindikasi senilai US$ 26,98 miliar dari 93 proyek.

Tahun lalu, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) tercatat sebagai jawara dalam penyaluran kredit sindikasi baik dari sisi mandated lead arranger maupun dari sisi bookrunner. Bank ini berhasil mengambil alih posisi Bank Mandiri yang tahun sebelumnya tercatat sebagai jawara.

BNI menjadi mandated lead arranger di 18 proyek sindikasi dengan total mencapai US$ 3,5 miliar atau setara Rp 49,3 triliun. Perseroan juga berperan sebagai bookrunner di  15 proyek sindikasi dengan nilai US$ 2,82 miliar.

Namun, capaian BNI itu tercatat turun 9,5% dari tahun sebelumnya dimana perseroan menyalurkan sindikasi dan berperan sebagai mandated lead arranger di 35 proyek dengan nilai US$ 3,87 miliar.

Bank Mandiri harus turun ke peringkat kedua dengan total sindikasi dari sisi mandated lead arranger sebesar US$ 2,84 miliar  yang berasal dari 24 proyek atau turun 26,7% dari tahun 2019 yang mencapai US$ 3,87 miliar. Di peringkat ketiga ada BRI dengan capaian senilai US$ 1,51 miliar dari 12 proyek sindikasi atau turun 38% dari tahun sebelumnya dan di peringkat keempat ada DBS dengan capaian US$ 1,28 miliar dari 16 proyek.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) juga memprediksi bahwa kredit sindikasi masih prospektif tahun ini terutama dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan sektor agribisnis. Meskipun bank ini akan fokus menyasar segmen UMKM, namun perseroan juga akan tetap akan berpartispasi dalam pasar sindikasi.

“Tahun 2021, BRI masih akan berpartisipasi dalam sindikasi dengan tetap memperhatikan komposisi segmen korporasi maksimal 20% dari portofolio BRI dan fokus pada bisnis yang memiliki potensi value chain besar,” kata Aestika Oryza, Sekretaris Perusahaan BRI.

Saat ini, BRI telah memiliki 13 pipeline proyek sindikasi dengan proyeksi keikutsertaan BRI sekitar Rp 21 triliun. Aestika bilang, dari total 12 proyek sindikasi yang diikuti dengan partispasi senilai Rp 16,4 triliun, BRI mampu menghasilkan fee based income sebesar Rp 182 miliar.

Sumber Kontan, edit koranbumn

Previous Post

Jasa Marga Klaim Kenaikan Tarif Belum Berdampak Signifikan untuk Korporasi

Next Post

Tak Ajukan Restrukturisasi Utang, Wijaya Karya Siap Lunasi Komodo Bond

Related Posts

33 Tahun PT Len Industri : Sovereign the Nation, Penguatan Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia
Berita

Sinergi Len Incorporated Salurkan Ribuan Paket Sembako dalam Program “Ramadhan Berbagi 1447 H”

5 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Harga Emas Merangkak Naik, BSI Pastikan Stok Emas Aman

5 Maret 2026
Festival Kuliner Sambut Hari Jadi PTBA
Berita

Rayakan Hari Jadi ke-45, PTBA Perkuat Komitmen Kelestarian Alam dan K3

5 Maret 2026
Pembangunan Barge Mounted Power Plan
Berita

Perluas Segmen Pasar Sektor Energi, PAL Indoensia Siap Garap Fasilitas Gas Mako

5 Maret 2026
Bio Farma Bersama Lembaga Eijkman Rintis Penelitian Vaksin Virus Corona
Berita

Bio Farma Salurkan 1.650 Paket Sembako Ramadan, Hadir Bersama Masyarakat di Momentum Kebersamaan

5 Maret 2026
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru
Berita

Wujudkan Hunian Layak dan Berkualitas, BRI Perkuat Program Gentengisasi melalui Skema KUR Perumahan

5 Maret 2026
Next Post
Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC

Tak Ajukan Restrukturisasi Utang, Wijaya Karya Siap Lunasi Komodo Bond

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Terkait Pembayaran Klaim, OJK Tunggu Kepastian Kementerian BUMN

Bisa Diperdagangkan di BEI, OJK Menerbitkan Aturan ETF Emas untuk Diversifikasi Investasi

24 jam ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Pertamina Buka Mudik Gratis dan Arus Balik 2026, Lebih dari 15 Kota. Catat Tanggal Pendaftarannya

3 hari ago
PINDAD Resmikan Logo Identitas Visual Terbaru Perusahaan

PINDAD Salurkan Bantuan Pencegahan Risiko Dini Stunting di Puskesmas Babakan Surabaya

2 hari ago
Antisipasi DBD di Tengah Covid-19, Elnusa Fogging Lingkungan Warga Sekitar

Amankan Kinerja Bisnis, Elnusa Mengantisipasi Dampak Penutupan Selat Hormuz

1 hari ago
33 Tahun PT Len Industri : Sovereign the Nation, Penguatan Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia
Berita

Sinergi Len Incorporated Salurkan Ribuan Paket Sembako dalam Program “Ramadhan Berbagi 1447 H”

by redaksi
5 Maret 2026
0

Di tengah indahnya kebersamaan menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1447 H, PT Len Industri (Persero) selaku Holding DEFEND...

Read more
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Harga Emas Merangkak Naik, BSI Pastikan Stok Emas Aman

5 Maret 2026
Festival Kuliner Sambut Hari Jadi PTBA

Rayakan Hari Jadi ke-45, PTBA Perkuat Komitmen Kelestarian Alam dan K3

5 Maret 2026
Pembangunan Barge Mounted Power Plan

Perluas Segmen Pasar Sektor Energi, PAL Indoensia Siap Garap Fasilitas Gas Mako

5 Maret 2026
Bio Farma Bersama Lembaga Eijkman Rintis Penelitian Vaksin Virus Corona

Bio Farma Salurkan 1.650 Paket Sembako Ramadan, Hadir Bersama Masyarakat di Momentum Kebersamaan

5 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In