• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Kamis, 22 Januari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Pembiayaan Sindikasi Diproyeksikan akan Prospektif di Tahun 2021

by redaksi
18 Januari 2021
in Berita
0
Remunerasi 2019, BNI Naik BTN Turun
0
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pasar kredit sindikasi diperkirakan akan prospektif tahun ini setelah mengalami perlambatan pada tahun 2020 akibat tekanan pandemi Covid-19. Mulai dilakukannya vaksinasi Covid-19 di awal 2021 ini akan mendorong kepercayaan pasar melanjutkan pembahasan kredit sindikasi.

Kepala Divisi Sindikasi dan Solusi Korporasi BNI mengatakan prospek sindikasi diperkirakan akan membaik seiring dimulainya vaksinasi itu namun situasinya masih belum akan sama seperti tahun sebelum terjadinya Covid-19.

RelatedPosts

Dirut Bulog, Ahmad Rizal Mengungkapkan Rencana Merger dengan Bapanas

PLN Menggratiskan Biaya Listrik untuk Huntara Korban Banjir Sumatra Selama 6 Bulan

KAI Lakukan Migrasi Sistem untuk Memastikan Keandalan Layanan Menjalang Periode Angkutan Lebaran

“Potensi kredit sindikasi di tahun 2021 masih akan didominasi oleh sektor infrastruktur (power plant dan jalan tol) serta pertambangan dan energi.  BNI sendiri sudah memiliki pipeline yang diharapkan bisa closing melebihi signed pipeline tahun 2020,” kata Romme

Tahun ini, BNI menargetkan pembiayaan sindikasi naik dari 5% dari target 2020. Fee based income (FBI) dari sindikasi ini diharapkan bisa meningkat 13% dari target tahun lalu. Sepanjang 2020, bank ini mencatatkan kesepakatan kredit sindikasi senilai Rp 60 Triliun atau 98,2% dari target dan mengantongi FBI melebihi target yakni 104,7%.

Pandemi Covid-19 turut menekan pasar sindikasi tahun lalu. Berdasarkan Bloomberg League Table Reports Global Syndicated Loan, total kesepakatan pembiayaan sindikasi yang dibuat sepanjang 2020 hanya 65 proyek dengan nilai US$ 22,94 miliar atau sekitar Rp 323,5 triliun (dengan asumsi kurs Rp 14.100). capaian tersebut turun 15% dibandingkan tahun 2019 yang mencatatkan kesepakatan sindikasi senilai US$ 26,98 miliar dari 93 proyek.

Tahun lalu, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) tercatat sebagai jawara dalam penyaluran kredit sindikasi baik dari sisi mandated lead arranger maupun dari sisi bookrunner. Bank ini berhasil mengambil alih posisi Bank Mandiri yang tahun sebelumnya tercatat sebagai jawara.

BNI menjadi mandated lead arranger di 18 proyek sindikasi dengan total mencapai US$ 3,5 miliar atau setara Rp 49,3 triliun. Perseroan juga berperan sebagai bookrunner di  15 proyek sindikasi dengan nilai US$ 2,82 miliar.

Namun, capaian BNI itu tercatat turun 9,5% dari tahun sebelumnya dimana perseroan menyalurkan sindikasi dan berperan sebagai mandated lead arranger di 35 proyek dengan nilai US$ 3,87 miliar.

Bank Mandiri harus turun ke peringkat kedua dengan total sindikasi dari sisi mandated lead arranger sebesar US$ 2,84 miliar  yang berasal dari 24 proyek atau turun 26,7% dari tahun 2019 yang mencapai US$ 3,87 miliar. Di peringkat ketiga ada BRI dengan capaian senilai US$ 1,51 miliar dari 12 proyek sindikasi atau turun 38% dari tahun sebelumnya dan di peringkat keempat ada DBS dengan capaian US$ 1,28 miliar dari 16 proyek.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) juga memprediksi bahwa kredit sindikasi masih prospektif tahun ini terutama dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan sektor agribisnis. Meskipun bank ini akan fokus menyasar segmen UMKM, namun perseroan juga akan tetap akan berpartispasi dalam pasar sindikasi.

“Tahun 2021, BRI masih akan berpartisipasi dalam sindikasi dengan tetap memperhatikan komposisi segmen korporasi maksimal 20% dari portofolio BRI dan fokus pada bisnis yang memiliki potensi value chain besar,” kata Aestika Oryza, Sekretaris Perusahaan BRI.

Saat ini, BRI telah memiliki 13 pipeline proyek sindikasi dengan proyeksi keikutsertaan BRI sekitar Rp 21 triliun. Aestika bilang, dari total 12 proyek sindikasi yang diikuti dengan partispasi senilai Rp 16,4 triliun, BRI mampu menghasilkan fee based income sebesar Rp 182 miliar.

Sumber Kontan, edit koranbumn

Previous Post

Jasa Marga Klaim Kenaikan Tarif Belum Berdampak Signifikan untuk Korporasi

Next Post

Tak Ajukan Restrukturisasi Utang, Wijaya Karya Siap Lunasi Komodo Bond

Related Posts

BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57
Berita

Dirut Bulog, Ahmad Rizal Mengungkapkan Rencana Merger dengan Bapanas

22 Januari 2026
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas
Berita

PLN Menggratiskan Biaya Listrik untuk Huntara Korban Banjir Sumatra Selama 6 Bulan

22 Januari 2026
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi
Berita

KAI Lakukan Migrasi Sistem untuk Memastikan Keandalan Layanan Menjalang Periode Angkutan Lebaran

22 Januari 2026
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol
Berita

Perkuat Budaya Keselamatan Kerja yang Profesional dan Kolaboratif, Jasa Marga Gelar Apel Peringatan Bulan K3 Nasional 2026

22 Januari 2026
Peresmian POS IND : Pos Indonesia Integrated National Distribution
Berita

PosIND Gelar RAPIM Q4 2026, Perkuat Logistik untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

22 Januari 2026
PGN dan Gagas Dukung Pengembangan CNG sebagai Solusi Energi Gas Domestik yang Berkelanjutan
Berita

PEMA dan PGN Perkuat Sinergi Percepatan Hilirisasi Gas Bumi untuk Bangkitkan Ekonomi Aceh

22 Januari 2026
Next Post
Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC

Tak Ajukan Restrukturisasi Utang, Wijaya Karya Siap Lunasi Komodo Bond

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Jasa Raharja Dukung Kegiatan Penanaman Pohon  “Satu Pohon Sejuta Manfaat”

Rubi Handojo Soroti Transformasi SDM sebagai Penggerak Daya Saing Perusahaan di Acara HR Networking 2026

2 hari ago
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas

PLN Menggratiskan Biaya Listrik untuk Huntara Korban Banjir Sumatra Selama 6 Bulan

6 jam ago
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

BSI Hadirkan Gedung Heritage dan Ramah Lingkungan Untuk Perkuat Inklusi Syariah

9 jam ago
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru

Arah Baru Transformasi Diapresiasi Global, The Banker Nobatkan BRI Sebagai Bank of The Year 2025

9 jam ago
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57
Berita

Dirut Bulog, Ahmad Rizal Mengungkapkan Rencana Merger dengan Bapanas

by redaksi
22 Januari 2026
0

Perum Bulog akan mengalami transformasi dengan menjadi lembaga pangan mandiri yang langsung berada di bawah Presiden. Hal ini seiring rencana penggabungan...

Read more
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas

PLN Menggratiskan Biaya Listrik untuk Huntara Korban Banjir Sumatra Selama 6 Bulan

22 Januari 2026
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi

KAI Lakukan Migrasi Sistem untuk Memastikan Keandalan Layanan Menjalang Periode Angkutan Lebaran

22 Januari 2026
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol

Perkuat Budaya Keselamatan Kerja yang Profesional dan Kolaboratif, Jasa Marga Gelar Apel Peringatan Bulan K3 Nasional 2026

22 Januari 2026
Peresmian POS IND : Pos Indonesia Integrated National Distribution

PosIND Gelar RAPIM Q4 2026, Perkuat Logistik untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

22 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In