• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Rabu, 11 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Menkeu Sri Mulyani Makin Pesimistis, Penerimaan Pajak Tak Capai Target Tahun Ini

by redaksi
23 Agustus 2021
in Berita
0
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati makin pesimistis terhadap penerimaan pajak tahun ini. Sebab, Bendahara Negara tersebut memperkirakan setoran pajak bakal tekor Rp 87,1 triliun dari target akhir tahun.

Proyeksi angka tersebut lebih besar dibandingkan prediksi shortfall penerimaan pajak yang telah disampaikan Menkeu pada Juli lalu yakni hanya Rp 53,3 triliun.

RelatedPosts

BNI akan Melakukan Pembelian Kembali Saham senilai Rp905,48 miliar

BTN Menilai Tambahan Likuiditas Rp100 triliun Belum Otomatis Dongkrak Kredit

Kolaborasi PLN dan Kementerian Perdagangan Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging

Dengan demikian, Menkeu Sri Mulyani memperkirakan penerimaan pajak tahun 2021 cuma mampu mencapai 92,9% dari target yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 sebesar Rp 1.229,6 triliun.

Perkembangannya, realisasi penerimaan pajak sepanjang semester I-2021 sebesar Rp 557,8 triliun atau baru terealisir 45,36% dari target akhir tahun ini. Namun dibandingkan outlook Kemenkeu terbaru sebesar Rp 1.142,5 triliun, pencapaian tersebut sudah setara dengan 48,82%.

“Namun ini masih tumbuh 6,6% year on year (yoy), tapi tidak setinggi pertumbuhan yang diharapkan dalam APBN. Meskipun pajak agak mengalami shortfall, namun bea cukai dan pnbm akan meng-outside-nya sehingga pendapatan negara bisa mencapai 99,5% dari target,” kata Menkeu saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (23/8).

Menkeu menjelaskan, shortfall penerimaan pajak yang makin melebar diakibatkan oleh dampak pandemi virus corona terhadap perekonomian yang makin tertekan. Karenanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menghambat aktivitas masyarakat.

“Sampai dengan semester I-2021 jadi sebetulnya kalau kita lihat dari penerimaan pajak itu belum normal karena memang ekonomi kita masih belum sembuh sama sekali,” ujar Menkeu.

Bahkan di semester II-2021, Menkeu meramal tekanan Covid-19 akan semakin terlihat terhadap penerimaan utama negara tersebut. Pasalnya pemerintah mulai memberlakukan PPKM darurat untuk menekan laju penyebaran varian delta sejak 3 Juli 2021 hingga saat ini.

“Juli-Agustus ini mungkin akan terpukul varian delta dan sebabkan penerimaan pajak akan terefleksikan,” kata dia.

Sementara itu, Menkeu mengatakan penerimaan pajak untuk beberapa sektor yang mulai cepat pulih dan ada sektor yang pulihnya terlambat selama pandemi virus corona. Untuk sektor manufaktur dan perdagangan begitu kegiatan ekonomi pulih maka kinerjanya akan terus membaik.

Dengan capaian sepanjang semester I-2021 penerimaan pajak pada sektor industri pengolahaan tumbuh positif 5,7% yoy, sedangkan perdagangan tumbuh 11,4% yoy. Kendati begitu, ia tak menampik bahwa sektor perdagangan sangat sensitif terhadap varian delta.

“Jadi kalau dilihat kami melihat yang pulih cukup cepat, industri manufaktur perdagangan dan informasi komunikasi harusnya transpor dan pergudangan namun mereka sangat volatile tergantung dari Covid-19 yang sekarang ini mungkin masih menyebabkan pertumbuhan dan pemulihan menjadi tertahan,” jelas Menkeu.

Sementara untuk sektor konstruksi dinilainya belum pulih sejak semester I-2021 sebab masih kontraksi 16% yoy padahal tahun lalu kontraksi 11,4%. Begitu pula untuk sektor jasa keuangan masih relatif mengalami tekanan pada Januari-Juni 2021 yang minus 3,9% yoy.

Di sisi lain, untuk sektor informasi dan komunikasi justru meningkat selama pandemi dengan setoran pajak per semester I-2021 tumbuh 15,8% yoy. “Untuk penerimaan pajak (semester I-2021) informasi dan komunikasi yang mengalami booming,” kata Menkeu.

Lalu, penerimaan pajak pada sektor transportasi dan pergudangan di semester I-2021 sangat terpengaruh adanya varian delta dengan realisasi yang minus 1,1% yoy. Terakhir, sektor pertambangan di periode sama minus 8,1% secara tahunan.

Sumber Kontan, edit koranbumn

 

Previous Post

Fasilitas Isolasi Terapung di Atas Kapal Laut yang Bersandar di Pelabuhan

Next Post

Pemerintah Kembali Datangkan 5 juta dosis vaksin Produksi Sinovac

Related Posts

Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

BNI akan Melakukan Pembelian Kembali Saham senilai Rp905,48 miliar

11 Maret 2026
Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Berita

BTN Menilai Tambahan Likuiditas Rp100 triliun Belum Otomatis Dongkrak Kredit

11 Maret 2026
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas
Berita

Kolaborasi PLN dan Kementerian Perdagangan Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging

11 Maret 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Pemkot Surabaya Gandeng Danantara akan Bangun PSEL Kedua Berkapasitas 1.000 Ton

11 Maret 2026
Peresmian POS IND : Pos Indonesia Integrated National Distribution
Berita

Ratusan Ribu Warga Terdampak Bencana di Sumatera Segera Terima Bantuan Sosial

11 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

BSI Fasilitasi UMKM Go Digital dan Go Global Melalui Ajang Expo

11 Maret 2026
Next Post
CSR BUMN Peduli Covid-19 : Hutama Karya, Dahana, PIM

Pemerintah Kembali Datangkan 5 juta dosis vaksin Produksi Sinovac

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Remunerasi 2019, BNI Naik BTN Turun

Respons HimbaraTerkait Langkah Menkeu Purbaya Perpanjang Penempatan Dana hingga September 2026

3 hari ago
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur

Hutama Karya Bersama Hakaaston Percepat Pemeliharaan Jalan Tol Trans Sumatera Jelang Mudik Lebaran 2026

3 hari ago
Pembangunan Barge Mounted Power Plan

PAL Perluas Segmen Pasar Sektor Energi

4 hari ago
Bio Farma Bersama Lembaga Eijkman Rintis Penelitian Vaksin Virus Corona

Bio Farma Salurkan 1.650 Paket Sembako Ramadan, Hadir Bersama Masyarakat di Momentum Kebersamaan

6 hari ago
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

BNI akan Melakukan Pembelian Kembali Saham senilai Rp905,48 miliar

by redaksi
11 Maret 2026
0

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) akan melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp905,48 miliar.Keputusan tersebut...

Read more
Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

BTN Menilai Tambahan Likuiditas Rp100 triliun Belum Otomatis Dongkrak Kredit

11 Maret 2026
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas

Kolaborasi PLN dan Kementerian Perdagangan Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging

11 Maret 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Pemkot Surabaya Gandeng Danantara akan Bangun PSEL Kedua Berkapasitas 1.000 Ton

11 Maret 2026
Peresmian POS IND : Pos Indonesia Integrated National Distribution

Ratusan Ribu Warga Terdampak Bencana di Sumatera Segera Terima Bantuan Sosial

11 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In