PT PAL Indonesia bersama BUMN Industri Pertahanan terus melakukan konsolidasi dalam pembentukan Holding BUMN Industri Pertahanan. Holding di rencanakan rampung pada akhir 2021. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) dalam kemasan Indonesian Defence Club (IDC) Chapter III secara hybrid di Dermaga Semenanjung Barat, PT PAL Indonesia (Persero), Surabaya (09/09)
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri I BUMN Bapak Pahala Mansyuri hadir secara virtual dan menegaskan kembali tentang peningkatan value creation dari Global Strategic Partnership BUMN Industri Pertahanan dengan target penurunan impor, meningkatkan TKDN dan masuk dalam global supply chain guna meningkatkan volume ekspor produk pertahanan
Dalam sambutannya, CEO PT PAL Indonesia Bapak Kaharuddin Djenod menyampaikan, kegiatan industri menempati posisi sentral dalam perekonomian dan merupakan motor penggerak yang memberikan dasar bagi proses pembangunan di semua bidang, termasuk bidang pertahanan.
FGD-IDC III dengan mendatangkan pakar-pakar dari Industri pertahanan, Kementerian Koordinasi Bidang Maritim dan Investasi, Kementerian Pertahanan, Kementerian Perindustrian, Badan riset dan inovasi Nasional (BRIN), dan Akademisi bidang Supply Chain.
Dalam FGD- IDC III juga membahas ekosistem Industri Pertahanan yang diharapkan mampu tumbuh dan berkembang serta mampu menghasilkan bahan baku, komponen, dan produk Alutsista yang memiliki kualitas dan harga yang kompetitif. Rangkaian FGD ini merupakan langkah PT PAL Indonesia untuk berkonstribusi lebih terhadap pemenuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) secara berkelanjutan.
















