Entitas usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), PT Waskita Karya Realty (WSKR) telah melakukan pendaftraan efek bersifat utang/sukuk yang dilakukan tanpa penawaran umum (EBUS) Medium Term Notes (MTN) tahun 2022 tahap II senilai Rp120 miliar.
Dikutip dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), EBUS tersebut didaftarkan dengan tingkat bunga yang mencapai 12,1 persen per tahun dengan tenor 3 tahun yang jatuh tempo pada 21 September 2025. Frekuensi pembayaran bunga juga dilakukan setiap 3 bulan atau per triwulan.
EBUS ini didistribusikan secara elektronik pada 21 September 2022 dan pembayaran bunga pertama dilakukan pada 21 Desember 2022.
Adapun satuan perdagangan dan satuan pemindahbukuan mencapai pada EBUS ini masing-masing mencapai Rp10 miliar. PT Shinhan Sekuritas Indonesia menjadi penata laksana penerbitan EBUS tersebut sementara PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. menjadi agen pemantau.
Diberitakan sebelumnya, WSKR menerbitkan surat utang jangka menengah atau Medium Term Notes (MTN) hingga kuartal III/2022 dengan total nilai Rp725 Miliar.
HCM Risk Management Director Waskita Realty Darmanta mengatakan penerbitan MTN merupakan salah satu aksi korporasi strategis yang dilakukan memperkuat modal kerja.
“Dana yang diperoleh dari MTN tersebut akan digunakan untuk pengembangan bisnis ke depannya” ujarnya, Jumat (26/8/2022).
Hingga kuartal III/2022, Waskita Realty Grup menerbitkan MTN dengan nilai pokok sebesar Rp725 miliar yang diterbitkan dalam 3 penerbitan.
MTN II PT Waskita Fim Perkasa Realti sebesar Rp165 miliar yang ditujukan untuk refinancing Perusahaan khususnya pengembangan proyek Vasaka Solterra, di Pejaten, Jakarta.
MTN III WSKR sebesar Rp475 miliar pengembangan bisnis dan penguatan modal perusahaan dan MTN IV sebesar Rp85 miliar yang ditujukan refinancing, guna penyehatan cash flow perusahaan.
Lebih jauh Darmanta mengatakan aksi korporasi yang dilakukan dalam penerbitan MTN merupakan bukti kepercayaan dari investor kepada Waskita Realty, di tengah masa pandemi yang mempengaruhi industri properti saat ini serta merupakan wujud dari peningkatan portofolio.
sumber Bisnis, edit koranbumn















