Direktur Utama IIF, Rizki Pribadi Hasan mengungkapkan bahwa secara akumulatif, IIF telah terlibat dalam pendanaan 182 proyek infrastruktur di Indonesia, dengan rasio daya ungkit modal mencapai 17,6 kali dari ekuitas yang diberikan pemegang saham.
“Proyek yang sudah dibiayai lebih 150 tepatnya sudah 182 proyek dan dari sisi leverage modal sudah sampai 17,6 kali [dari modal Rp2,5 triliun],” ujar Rizki kepada Bisnis saat ditemui di kantornya, Kamis (23/4/2026).
Pada segmen Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), IIF tercatat aktif berkontribusi pada 19 proyek dari total 169 proyek KPBU yang tengah dikembangkan pemerintah. Angka tersebut merepresentasikan kontribusi IIF pada proyek KPBU sebesar 11,2%.
Lebih lanjut, Rizki merinci portofolio pembiayaan perseroan saat ini didominasi oleh tiga sektor utama yakni telekomunikasi/informasi, energi/kelistrikan dan sektor kontraktor.
Selain itu, IIF juga telah mengucurkan pembiayaan pada sektor utilitas sumber air bersih, konstruksi jalan, bandara, pelabuhan, infrastruktur sosial, infrastruktus gas, pariwisata serta transportasi massal.
Ke depan, IIF berkomitmen terus memperluas jangkauan pembiayaan pada berbagai sektor strategis lainnya guna mendorong percepatan pembangunan fisik secara nasional.
“Kami hadir sebagai pelengkap industri perbankan dan pasar modal. Jadi ini instrumen pemerintah dalam rangka meningkatkan ekonomi, mudah-mudahan cita-cita mencapai pertumbuhan ekonomi 8% bisa tercapai,” pungkasnya.
Berdasarkan laporan kinerja IIF, sepanjang tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025, perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp185 miliar tumbuh 51,2% dibandingkan Rp122,5 miliar pada tahun sebelumnya.
Selain itu, total aset IIF tercatat tumbuh 5% secara year-on-year (yoy) mencapai Rp15,4 triliun, didorong oleh peningkatan aset produktif sebesar 2%.
Untuk diketahui, PT IIF adalah lembaga keuangan swasta nonbank, yang bergerak dalam pembiayaan infrastruktur dan layanan konsultasi yang dikelola secara profesional dan berfokus pada proyek-proyek infrastruktur yang layak secara komersial.
IIF didirikan pada 15 Januari 2010 atas inisiatif pemerintah bersama dengan lembaga keuangan internasional. Saat ini kepemilikan IIF adalah PT Sarana Multi Infrastruktur/SMI (Persero), Asian Development Bank (ADB), International Finance Corporation (IFC) yang merupakan bagian dari World Bank, Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft (DEG) yang sepenuhnya dimiliki oleh KfW, dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC).
Sumber Bisnis, edit koranbumn
















