Home / Berita / INKA Tumbuh dan Naikkan Kapasitas Produksi

INKA Tumbuh dan Naikkan Kapasitas Produksi

Tak dapat dipungkiri, kebutuhan kereta api sebagai moda transportasi massal di era ini sangatlah penting. Hal itu berbanding lurus dengan pesatnya pertumbuhan perekonomian di kota-kota besar dan kota-kota penyangganya di Indonesia. Kereta api telah dinilai pemerintah sebagai solusi dari masalah kemacetan transportasi yang timbul akibat sisi lain dari pertumbuhan ekonomi tersebut. Terutama di kota-kota besar yang menjadi pusat industri dan bisnis.

Kereta api dipilih karena merupakan moda trasportasi massal yang aman, nyaman, dan terjangkau. Kota-kota besar di dunia terbukti memanfaatkan kereta api, moda transportasi massal untuk mengatasi kemacetan yang menjadi imbas dari pertumbuhan ekonomi dan menggerakkan mobilisasi manusia. Jalur transportasi kereta di kota-kota besar di Indonesia yang terintegrasi hingga ke daerah akan dapat mengurangi beban kepadatan penduduk di perkotaan. Sehingga, juga dapat mengurangi potensi kemacetan. Pemilihan kereta api sebagai moda transportasi massal bukan tanpa alasan. Di samping e sien dan murah, kereta api bukan merupakan alat transportasi baru bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, Indonesia juga sudah menguasai teknologi perkeretaapian.

Efek lain yang ditimbulkan dari tingginya kebutuhan moda transportasi kereta api dalam mengurangi potensi kemacetan adalah akan menumbuhkan industri perkeretaapian di dalam negeri. Dari situlah, PT Industri Kereta Api (Persero) atau yang biasa dikenal PT INKA (Persero), hadir. Sebagai perusahaan manufaktur sarana kereta api satu-satunya di Indonesia, bahkan di ASEAN, PT INKA siap menjawab tantangan kebutuhan angkutan tersebut.

Selama ini, 100 persen kebutuhan sarana kereta api dalam negeri diproduksi di PT INKA, baik kereta penumpang maupun kereta barang. INKA telah membuat kereta pesanan dari Kementerian Perhubungan, PT Kereta Api Indonesia (Persero), pemerintah daerah, dan juga pihak swasta. Di antaranya adalah kereta kedinasan, kereta inspeksi, Track Motor Car (TMC), kereta rel diesel, lokomotif, kereta penumpang, kereta barang, dan yang terbaru ini adalah kereta rel ringan atau LRT. “Pada tahun 2018, untuk pesanan dalam negeri, INKA menggarap peremajaan 438 unit gerbong kereta dari PT KAI. Lalu proyek kereta Bandara Soekarno – Hatta, Minangkabau, pesanan swasta, LRT Palembang, dan LRT Jabodetabek yang masih proses,” ujar Senior Manajer Humas, Sekretariat, dan Protokoler PT INKA (Persero), Hartono.

Diam-diam pasar ekspor pun telah ditembus, INKA menggarap pesanan dari Bangladesh, Sri Lanka, Thailand, dan Filipina dengan nilai kontrak proyek mencapai triliunan rupiah. Dengan banyaknya pesanan yang digarap PT INKA, otomatis telah meningkatkan pula pendapatan yang diperoleh perusahaan milik negara tersebut. PT INKA (Persero) pada tahun 2017 berhasil meraih pendapatan sebesar Rp2,58 triliun atau meningkat sebesar 37 persen dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan rata-rata penjualan selama kurun waktu lima tahun terakhir mencapai sebesar 22 persen. Dengan penjualan yang terus meningkat, telah mendongkrak pula perolehan laba perusahaan berpelat merah tersebut. Pada lima tahun terakhir, PT INKA (Persero) berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih yang cukup signi kan.

Di tahun 2017, INKA berhasil meraih laba bersih sebesar Rp75,25 miliar, tumbuh sebesar 68 persen dari laba. “Untuk tahun 2018, target penjualan yang ditetapkan sesuai rencana kerja mencapai Rp3,1 triliun. Jelang akhir tahun ini sudah tercapai sebesar Rp3,09 triliun,” kata Hartono.

Pabrik Baru

Kesuksesan PT INKA memproduksi kereta dan lokomotif, membuat perusahaan tersebut mendapat banyak pesanan kereta, sehingga, INKA berupaya memperbesar kapasitas produksi dengan berencana membangun pabrik baru di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Pabrik kereta di Banyuwangi ditargetkan memiliki kapasitas produksi dua kali lipat dari pabrik yang ada di Kota Madiun saat ini. Adapun, pabrik tersebut memanfaatkan lahan seluas 84 hektare yang saat ini merupakan sinergi antara PT INKA dengan PTPN XII.

Di tempat pabrik baru yang lebih modern tersebut disiapkan menjadi bengkel perakitan sarana kereta api baru kedua setelah bengkel yang ada di Madiun. Keberadaan pabrik baru tersebut tentunya akan dapat meningkatkan kapasitas produksi sehingga dapat mendukung pengembangan dan kemajuan industri perkerataapian nasional. INKA di Banyuwangi akan mampu menjawab tantangan kebutuhan sarana kereta api dari pasar luar negeri.

Pilihan lokasi di Banyuwangi bukan asal-asalan, melainkan dengan melihat karakteristik yang bisa mendukung yaitu karena daerah tersebut memiliki akses pelabuhan dan ketersediaan tenaga kerja dengan standar upah pekerja tak jauh berbeda dengan kondisi di Madiun. Kedekatan lokasi workshop di Banyuwangi dengan pelabuhan barang Tanjung Wangi yang dikelola PT Pelindo III, diperkirakan dapat mendukung PT INKA dalam proses pengiriman kereta pesanan melalui jalur laut, baik untuk ekspor maupun untuk kebutuhan dalam negeri di luar pulau Jawa.

Hartono menyebutkan dengan adanya ekspansi pabrik kedua di Banyuwangi, maka dalam sehari INKA bisa menghasilkan empat kereta atau gerbong. “Dari sisi fasilitas produksi, saat ini PT INKA telah melakukan peningkatan kapasitas melalui revitalisasi fasilitas produksi di workshop yang ada di Madiun dan juga pabrik baru di Banyuwangi,” katanya.

Sesuai data, kecepatan produksi PT INKA pada 2017 yaitu satu hari satu kereta atau gerbong. Diharapkan hingga akhir 2018 bisa menjadi 1,5 kereta atau gerbong sehari. “Setelah pabrik di Banyuwang selesai, total nanti akan dapat menghasilkan empat kereta per hari,” katanya. Ditargetkan awal tahun 2019, pembangunan tahap satu pabrik baru di Banyuwangi sudah bisa dimulai dengan masa pembangunan selama satu tahun.

Meningkatnya permintaan produksi kereta api saat ini, telah membuat kinerja dan aset PT INKA (Persero) mengalami pertumbuhan yang signiWkan. Dimana nilai aset pada tahun 2017 mencapai Rp6,04 triliun. Peningkatan terjadi ikarena INKA semakin dipercaya untuk mengerjakan beberapa proyek besar, berskala global dalam industri perkeretaapian, prestasi yang membanggakan dan layak dikembangkan.

Sumber INKA/antaranews

Check Also

Forum Human Capital BUMN Jawa Timur Gelar Sharing Knowledge

Pelindo III melakukan pertemuan rutin dengan para pengelola Human Capital BUMN Jawa Timur di Gapura …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *