• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Selasa, 14 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Langkah Kemenkeu Dorong Penyerapan Anggaran PEN

by redaksi
11 November 2020
in Berita
0
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali menegaskan alokasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tetap akan berlanjut di tahun 2021. Alokasi tersebut sekitar Rp 372 triliun untuk menangani kesehatan dan stimulus PEN.

Staf Khusus Kementerian Keuangan, Yustinus Prastowo menjelaskan, pemerintah terus memantau perkembangan berjalannya program-program yang di luncurkan. Sehingga, apabila tidak berjalan, maka tentu akan segera dialihkan ke program yang lebih efektif.

RelatedPosts

Komodo National Park Resmi Jadi Destinasi Terindah Ke-2 di Dunia, Ini Cara Menikmatinya dengan Gaya ‘Luxury Getaway’ di Meruorah

Sinergi BNI dan Pemerintah Dorong Hunian Layak dan Ekonomi Rakyat di Manado

TASPEN Dukung Pemanfaatan Relaksasi Pelaporan SPT 2025, Penerima Manfaat Pensiun Bisa Akses Bukti Potong melalui TOOS

Ia mengatakan, pemerintah tetap melanjutkan program PEN untuk menangani masyarakat yang terdampak pandemi atau pasca pandemi. Selain itu, program PEN tahun 2021 juga berfokus pada sektor kesehatan serta perlindungan sosial untuk mendorong pertumbuhan.

“Pemerintah tetap dinamis melihat kalau ada program yang kurang ditambahkan, kalau yang tidak efektif kita realokasi,” jelas Yustinus dalam diskusi daring, Selasa (10/11).

Adapun terkait perkembangan penyaluran PEN, hingga 4 November 2020, Yustinus menyebutkan bahwa total penyaluran PEN secara keseluruhannya telah mencapai 54,1% dari total anggaran Rp 695,2 triliun.

Yustinus juga bilang, penyerapan ini terbilang cukup cepat  mengingat skema PEN yang sudah final sekitar bulan Agustus lalu. Artinya, upaya akselerasi yang dilakukan pemerintah berhasil.

“Penyerapan yang tercatat hingga 4 November mencapai 54,1% dari total pagu. Ini angka yang cukup besar dan skema PEN ini sudah final sekitar bulan Agustus jadi ini relatif cepat penyerapannya,” jelas Yustinus dalam diskusi secara daring, Selasa (10/11).

Rinciannya, pertama penyaluran sektor perlindungan sosial  telah mencapai 86,5% dari Rp 203,9 triliun atau terealisasikan hingga Rp 176 triliun. Kedua sektor UMKM telah mencapai 75% atau Rp 91 triliun dari total pagu Rp 123 triliun. Ketiga penyerapan insentif usaha dari total pagu Rp 120 triliun sudah terserap 30% atau sekitar Rp 35 triliun.

Keempat penyerapan di sektor Pemda/Sektoral sudah mencapai 26% atau sekitar Rp 28 triliun dari Rp 106,11 triliun.

“Penyerapan yang masih rendah disebabkan karena masih menunggu untuk pariwisata dan pinjaman daerah yang belum sepenuhnya dimanfaatkan,” tandasnya.

Kelima yakni sektor korporasi yang masih 0% hingga saat ini. Ia menjelaskan penyaluran ini masih menunggu beberapa regulasi atau payung hukum untuk Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk BUMN. Sehingga apabila aturan ini selesai maka dipastikan dalam waktu dekat akan segera dicairkan.

Serta keenam penyerapan sektor kesehatan hingga 4 November mencapai 33,1% dari pagu.

“Minggu-minggu ini diharapkan untuk Korporasi semua selesai dan bisa dibayarkan sekitar Rp 53,6 triliun,” jelasnya.

Melihat penyerapan PEN yang dinilai begitu cepat, maka pemerintah juga optimistik penyerapannya bisa mencapai hingga 100%. Sebab seluruh Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) hampir diselesaikan.

“Kita optimistik penyerapannya akan sepenuhnya terpenuhi hingga akhir tahun ini,” ujarnya.

Adapun, upaya pemerintah untuk menjaga perekonomian Indonesia di tengah masa resesi saat ini adalah dengan menjaga permintaan masyarakat lewat program perlindungan sosial. Sebab, permintaan atau demand merupakan aspek yang paling berhubungan dengan konsumsi masyarakat.

Sehingga, ia mengatakan bahwa memang fokus awal dan utama pemerintah menjaga ekonomi adalah dengan menggenjot program perlindungan sosial bagi masyarakat serta melalui insentif usaha agar para pelaku UMKM dapat tetap produktif untuk sisi supply.

Sementara, Yustinus juga mengatakan bahwa pemerintah saat ini tengah menggenjot upaya untuk mempercepat penyaluran bagi korporasi lewat PMN maupun investasi pemerintah. Apabila regulasi sudah siap, PMN dan pinjaman ke BUMN akan bisa langsung dibayarkan.

“Inipun terus dipercepat prosesnya, salah satunya dengan melakukan pembahasan maraton dengan setiap BUMN/Lembaga. Selebihnya Pemerintah akan tetap menggenjot penyerapan bansos yang selama ini efektif dimanfaatkan,” ujarnya.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Riza Annisa Pujarama menilai upaya yang perlu dilakukan pemerintah untuk memutar perekonomian di masa resesi ini adalah dengan meningkatkan realisasi belanja dan penyaluran program PEN sepenuhnya.

“Pemerintah perlu tmeningkatkan optimisme pada masyarakat dengan terus memperbaiki penanganan pandemi Covid-19. Hal ini tentu harus dibarengi dengan meningkatkan realisasi belanja dan program PEN,” jelas Riza.

Sehingga, untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi lewat PEN, maka menurutnya program PEN yang perlu diutamakan atau difokuskan yakni bantuan sosial, UMKM dan sektor kesehatan. Sebab, ketiga ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk berbelanja terutama kelas menengah atas.

Riza juga menilai bahwa penyerapan PEN di tahun ini mungkin tidak akan mencapai 100% namun setidaknya mencapai 90% dapat terserap jika kendala administratif dan data bisa diperbaiki sebaik mungkin.

Sumber Kontan, edit koranbumn

Previous Post

Peringati Hari Pahlawan, Wijaya Karya Beri Beasiswa Perguruan Tinggi di Bali

Next Post

Proses Penjualan Citos Ditarget Tuntas di Tahun 2022

Related Posts

Komodo National Park Resmi Jadi Destinasi Terindah Ke-2 di Dunia, Ini Cara Menikmatinya dengan Gaya ‘Luxury Getaway’ di Meruorah
Berita

Komodo National Park Resmi Jadi Destinasi Terindah Ke-2 di Dunia, Ini Cara Menikmatinya dengan Gaya ‘Luxury Getaway’ di Meruorah

14 April 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

Sinergi BNI dan Pemerintah Dorong Hunian Layak dan Ekonomi Rakyat di Manado

14 April 2026
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta
Berita

TASPEN Dukung Pemanfaatan Relaksasi Pelaporan SPT 2025, Penerima Manfaat Pensiun Bisa Akses Bukti Potong melalui TOOS

14 April 2026
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas
Berita

Inisiasi Penghematan Energi, Puluhan Ribu Insan PLN Serentak Terapkan Clean Energy Day

14 April 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Anak Perusahaan

PGE-PLN IP Sepakati Tarif Listrik, Proyek PLTP Lahendong Bottoming Unit 15 MW Siap Melangkah ke Tahap Berikutnya

14 April 2026
Menteri Erick Thohir Pastikan Ketersediaan Masker di Seluruh Apotek Kimia Farma
Berita

Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan untuk Mendorong Daya Saing Global Industri Farmasi Nasional

14 April 2026
Next Post
Bail Out Upaya Terakhir Penyelamatan Jiwasraya

Proses Penjualan Citos Ditarget Tuntas di Tahun 2022

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Tengah Mengkaji Masuk ke Industri Tekstil Melalui Pembentukan BUMN Khusus

5 hari ago
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi

Kereta Api Semakin Memikat, KAI Group Layani 128,05 Juta Pelanggan pada Triwulan I 2026

4 hari ago
Garuda Indonesia dan Citilink Sudah Mulai Berlakukan Diskon Sejumlah Rute

Dirut Garuda Indonesia, Glenny Kairupan Mengungkapkan Terus Mencermati Dinamika Industri Aviasi Global Guna Menjaga Keberlanjutan Bisnis

3 hari ago
Freeport Indonesia Hentikan Penerbangan Jakarta – Timika dan Timika ke Tembagapura

Rayakan HUT ke-59, Freeport Indonesia Berkomitmen untuk Menghadirkan Safe, Secured and Sustainable Production

23 jam ago
Komodo National Park Resmi Jadi Destinasi Terindah Ke-2 di Dunia, Ini Cara Menikmatinya dengan Gaya ‘Luxury Getaway’ di Meruorah
Berita

Komodo National Park Resmi Jadi Destinasi Terindah Ke-2 di Dunia, Ini Cara Menikmatinya dengan Gaya ‘Luxury Getaway’ di Meruorah

by redaksi
14 April 2026
0

Tren perjalanan dunia kini beralih ke destinasi yang menawarkan keaslian alam dan pengalaman yang mendalam. Berdasarkan laporan terbaru dari Time...

Read more
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

Sinergi BNI dan Pemerintah Dorong Hunian Layak dan Ekonomi Rakyat di Manado

14 April 2026
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta

TASPEN Dukung Pemanfaatan Relaksasi Pelaporan SPT 2025, Penerima Manfaat Pensiun Bisa Akses Bukti Potong melalui TOOS

14 April 2026
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas

Inisiasi Penghematan Energi, Puluhan Ribu Insan PLN Serentak Terapkan Clean Energy Day

14 April 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

PGE-PLN IP Sepakati Tarif Listrik, Proyek PLTP Lahendong Bottoming Unit 15 MW Siap Melangkah ke Tahap Berikutnya

14 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In