Wakil Menteri BUMN, Pahala Mansury menjelaskan soal dibentuknya Komunitas Srikandi di BUMN. Ini dibentuk agar para perempuan di BUMN bisa saling mendukung dan berbagi, serta untuk memastikan talenta-talenta perempuan di BUMN bisa terus meningkatkan karir.
“Mungkin banyak di antara kita yang tahu bahkan saat ini salah satu yang menjadi indikator kinerja utama di masing-masing BUMN adalah bagaimana kita bisa meningkatkan keterwakilan perempuan di direksi dan posisi-posisi yang strategis,” kata Pahala dalam acara Ring the Bell for Gender Equality 2021, Selasa (9/3).
Pahala menjelaskan, Menteri BUMN Erick Thohir telah menetapkan bahwa target keterwakilan perempuan minimal adalah sebesar 15 persen dari anggota direksi yang ada di BUMN.
“Kita secara khusus memiliki upaya-upaya bagaimana pengembangan talenta ini bisa dilakukan secara lebih sistematis dan lebih terstruktur untuk bisa meningkatkan keterwakilan dari perempuan di masing-masing BUMN,” ujarnya.
Dibentuknya komunitas Srikandi di BUMN merupakan salah satu kunci bagi kesuksesan perempuan di masing-masing level untuk bisa terus mendaki karir di BUMN. Caranya yaitu, para perempuan bisa saling mendukung, berbagi, memberikan coaching dan mentoring.
“Tentunya ke depannya akan terus kami kawal, akan kami terus ditingkatkan demi kemajuan BUMN dan di masa ini dan masa mendatang,” ujarnya.
Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional atau International Womens Day 2021 yang diperingati setiap 8 Maret ini, Pahala berpesan agar semua pihak bisa memanfaatkan momen ini untuk menggunakan segala kekuatan, kewenangan, kemampuan daya kita.
“Agar para perempuan yang ada di sekitar kita bisa lebih kuat , berdaya, berharga bermakna memiliki peran, hingga ke level tingkat pimpinan. dan untuk itu mari kita membuka pintu bagi peran dan kemajuan perempuan untuk bisa membuka pintu-pintu fundamental perusahaan,” pungkasnya.
Sumber Merdeka, edit koranbumn












