Home / Berita / Nindya Karya Berpartisipasi dalam Rangkaian Peringatan Hari Bakti PU Ke 73

Nindya Karya Berpartisipasi dalam Rangkaian Peringatan Hari Bakti PU Ke 73

Memperingati Hari Bakti Kementerian Pekerjaan Umum ke-73, PT Nindya Karya (Persero) ikut berpartisipasi dalam beragam rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Acara yang berlangsung dari tanggal 2-4 Desember 2018 tersebut mengambil lokasi di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat yang sarat akan sejarah bagi peringatan ini. (2/12)

Di tahun ini, Hari Bakti PU diagendakan diisi dengan berbagai kegiatan seperti opening ceremony, upacara peringatan, ziarah makam lima pahlawan PU serta festival dengan tema Dynamic Youth Fest” yang ditujukan untuk menarik animo masyarakat khususnya warga Kota Bandung. Festival tersebut memadukan eksebisi dengan beragam unsur kreativitas seperti musik, seni & budaya hingga kuliner.

Pembukaan rangkaian acara dilangsungkan dengan susasana yang penuh dengan keceriaan oleh Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Nampak, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memasuki gedung sate dengan menggunakan chopper (kendaraan ber cc besar). Acara dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Di hari kedua (3/12) acara dilanjutkan dengan upacara Peringatan Hari Bakti PU yang dihadiri oleh berbagai unsur dan instansi baik dari Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Direksi beberapa BUMN serta undangan lainnya.

Hadir mengikuti rangkaian kegiatan, Direktur Utama serta Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT Nindya Karya (Persero) Indradjaja Manopol dan Haedar A. Karim. Sebelum melanjutkan acara, rombongan sempat meninjau langsung kesiapan booth pameran Nindya Karya pada kegiatan kali ini.

Latar belakang peringatan Hari Bakti PU didasari oleh peristiwa yang berlangsung pada 3 Desmber 73 tahun silam. Dalam persitiwa tersebut, gugur lima orang pegawai PU dalam pertempuran sengit dengan pihak Belanda dan Sekutu yang ingin menduduki Gedung Sate. Di masa itu, Gedung Sate digunakan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai Kantor Departemen Perhubungan dan Pekerjaan Umum.

Sumber InNindyaKarya / edit koranbumn.com

Check Also

WIKA Terapkan Teknologi Building Information Modeling pada 80 Proyek

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) terus melakukan inovasi dalam setiap proyek yang digarap. Salah satunya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *