Home / Berita / Nindya Karya Tengah Menyelesaikan Pembangunan Proyek Monumen Kapsul Waktu

Nindya Karya Tengah Menyelesaikan Pembangunan Proyek Monumen Kapsul Waktu

PT Nindya Karya (Persero) tengah menyelesaikan pembangunan Proyek Monumen Kapsul Waktu di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Kapsul Waktu berisi mimpi dan harapan anak-anak Indonesia akan Negara Kesatuan Republik Indonesia 70 tahun mendatang yang dibawa secara estafet mulai dari Aceh ke seluruh provinsi dan berakhir di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua pada bulan Desember 2015.

“Ide pembangunan monumen untuk menyimpan Kapsul Waktu berasal dari Presiden Jokowi pada HUT ke-70 Kemerdekaan Indonesia tahun 2015 dan akan dibuka kembali pada 70 tahun mendatang. Kebetulan saya hadir saat dimulai di Sabang dan ikut menerima di Kalimantan Timur dan Merauke. Kami ditugasi membangun monumen untuk menyimpan Kapsul Waktu yang akan dibuka pada tahun 2085,” jelas Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Merauke, Kamis 15 Maret 2018.

Dengan luas 2,5 ha terdiri dari 1 ha adalah area monumen dan 1,5 ha digunakan sebagai alun-alun. Lokasi monumen berada di depan Kantor Bupati Merauke dan dekat Bandara Mopah sehingga akan menjadi landmark baru Kabupaten Merauke yang dapat dilihat saat pesawat mendarat.

Monumen memiliki lebar 17 meter, tinggi 8 meter dan panjang 45 m. Angka 17, 8, dan 45 dipilih menjadi angka-angka kunci ukuran monument yang merupakan tanggal kemerdekaan Republik Indonesia.

Pembangunan tahap I dilakukan pada tahun 2016 berupa pekerjaan pondasi yang dilanjutkan dengan pembangunan tahap II pada Juli 2017. Pembangunan proyek yang sudah mencapai progress 99,94% tersebut, direncanakan selesai pada Desember 2018.

Sementara itu, Bupati Merauke Frederikus Gebze mengungkapkan, monumen ini bukanlah konstruksi biasa, tetapi merupakan karya seni sejarah yang diperuntukan untuk generasi penerus bangsa. “Nantinya akan diceritakan dalam bentuk relief perjalanan napak tilas Indonesia. Karena itu ini ditaruh di ujung timur yang tiap hari matahari memancar bagai mata yang menggambarkan pembangunan Indonesia, “ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, monumen ini akan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah favorit di Merauke. Yang diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan ke daerah-daerah perbatasan.

Sumber In Nindya Karya

Check Also

4 Pembangkit Energi Baru untuk Papua

Perusahaan Lisrik Negara menetapkan empat pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) untuk Provinsi Papua dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *