• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Jumat, 24 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Pelaksanan Pemupukan PTPN I di Kebun Lama

by redaksi
28 Februari 2020
in Berita
0
0
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Berdasarkan komponen utama penyusunan pupuk dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu, pupuk organik dan pupuk anorganik.  Pupuk organik adalah yang berasal dari tanaman dan makhluk hidup lainnya yang telah mengalami proses pembusukan (dekomposisi) oleh mikro organisme pengurai sehingga warna, rupa, tekstur dan kadar airnya tidak serupa dengan bahan aslinya. Sedangkan pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat dari bahan mineral atau senyawa kimia melalui proses industri.
Kelapa sawit merupakan tanaman penghasil minyak nabati yang memiliki keunggulan lebih jika dibandingkan dengan tanaman penghasil minyak nabati lainnya, yaitu memiliki produktifitas yang tinggi 4 ton/ha crude palm oil (CPO), umur ekonomis yang panjang dan mudah beradaptasi dengan lingkungannya.
Minyak kelapa sawit juga merupakan bahan baku pembuatan bahan pangan maupun non pangan, dan bahan bakar yang dapat diperbaharui (renewable). Indonesia merupakan salah satu negara produsen kelapa sawit yang terus berkembang. Perkembangan luas dan produksi perkebunan kelapa sawit di Indonesia selama sepuluh tahun terakhir terus meningkat  dan merupakan perkebunan kelapa sawit yang terluas di dunia.
Untuk mendapatkan produksi maksimal harus dilakukan pemupukan, dan pemupukan kelapa sawit bertujuan untuk menambah unsur-unsur hara yang kurang atau tidak tersedia didalam tanah, yang mana unsur hara tersebut diperlukan oleh tanaman untuk pertumbuhan vegetatif dan generatif agar didapatkan tandan buah segar yang optimal.
Pemupukan merupakan faktor yang sangat penting untuk meningkatkan produksi. Biaya yang dikeluarkan untuk pemupukan berkisar antara 40- 60% dari biaya pemeliharaan tanaman secara keseluruhan atau sekitar 24% dari total biaya produksi.
Pemupukan pada tanaman kelapa sawit harus dapat menjamin pertumbuhan vegetatif dan generatif yang normal sehingga dapat memberikan produksi Tandan Buah Segar (TBS) yang optimal serta menghasilkan minyak sawit mentah yang tinggi baik kualitas maupun kuantitas. Pemupukan yang efektif dan efisien dapat dicapai jika dilakukan dengan tepat jenis dan dosis pupuk, cara pemberian pupuk, waktu pemupukan, tempat aplikasi, dan pengawasan dalam pelaksanaan pemupukan.

  1. Ketepatan cara pemupukan. Data ini diperoleh dengan mengukur jarak penaburan pupuk yang terdekat dari batang tanaman kelapa sawit kemudian dibandingkan dengan standar perusahaan. Pengambilan contoh dilakukan terhadap 8 penabur (setiap penabur diambil sample sebanyak 10 tanaman) dengan tiga kali ulangan.

 

RelatedPosts

PLN Indonesia Power Lakukan Percepatan Pembangunan PLTS untuk Kejar Target Kapasitas 100 GW

TIMAH Menunjuk Harry Budi Sidharta sebagai Plt Direktur Pengembangan Usaha

Terdampak Perang di Timur Tengah, Danantara Masih Menunggu Hasil Tender Lahan Kampung Haji di Arab Saudi

  1. Ketepatan dosis pupuk. Pengamatan dilakukan terhadap dosis per tanaman, pengamatan ketepatan dosis eceran dilakukan dengan menghitung jumlah tanaman per pasar pikul / dua jalur tanaman sampai dengan jalan kontrol. Jumlah tanaman per pasar pikul tersebut kemudian dibandingkan dengan dosis per tanaman dan jumlah pupuk yang di ecer. Jumlah pasar pikul yang diambil sebanyak 15 pasar pikul yang diambil secara acak terurut pada 2 blok. Pengamatan juga dilakukan terhadap ketepatan dosis per tanaman dengan menghitung jumlah taburan per tanaman. Pengambilan contoh tanaman dilakukan terhadap 5 orang penabur dengan tiga kali ulangan. Masing-masing penabur diambil 10 contoh tanaman yang diamati.

 

  1. Ketepatan jenis pupuk. Data ini diperoleh dengan pengamatan realisasi jenis pupukyang diaplikasikan diapangan kemudian dibandingkan dengan rekomendasi yang diberikan oleh Departemen Riset.

 

  1. Ketepatan waktu pemupukan. Pengamatan dilakukan terhadap realisasi waktu pemupukan yang diaplikasikan di lapangan kemudian dibandingkan dengan rekomendasi waktu pemupukan yang diberikan oleh Departemen Riset serta pola curah hujan selama periode waktu tertentu dilaksanakannya pemupukan.

 

  1. Efisisensi tenaga kerja dan Prestasi kerja penabur. Data ini diperoleh melalui pengamatan jumlah pupuk yang diecer ke lahan dan diaplikasi, jumlah penabur, luas yang teraplikasi, serta waktu dalam menyelesaikannya yang kemudian dibandingkan dengan standar perusahaan.

Pelaksanaan pemupukan perlu pengawasan yang ketat sehingga kemungkinan hilang atau tidak tepat sasaran dapat terhindar. Dengan perlakuan  pemupukan yang sesuai dengan ketentuan dan tepat sasaran akan menghasilkan produksi yang maksimal sehingga nantinya dapat dinikmati oleh seluruh insan perusahaan.
Sumber PTPN I

Previous Post

KUMHAM – BNI FunWalk 2018

Next Post

Dirut BRI Bersama Menteri BUMN Beri KUR dan Serahkan Bantuan CSR untuk Petani Melon di Lamongan

Related Posts

IP Fokus Ciptakan Expertise, Resmikan Centre of Excellence Pemaron
Anak Perusahaan

PLN Indonesia Power Lakukan Percepatan Pembangunan PLTS untuk Kejar Target Kapasitas 100 GW

24 April 2026
TIMAH Menerima 65 Mahasiswa dari 26 Perguruan Tinggi di Indonesia pada PMMB
Berita

TIMAH Menunjuk Harry Budi Sidharta sebagai Plt Direktur Pengembangan Usaha

24 April 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Terdampak Perang di Timur Tengah, Danantara Masih Menunggu Hasil Tender Lahan Kampung Haji di Arab Saudi

24 April 2026
Presdir Reynaldi Hermansjah Optimistis Pembiayaan Infrastruktur Tetap Prospektif
Berita

IIF Telah Berkontribusi Percepatan Pembangunan Infrastruktur Mencapai Rp44 triliun untuk 182 proyek Infrastruktur hingga Periode 2025

24 April 2026
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur
Berita

Hutama Karya Terima Penghargaan Langsung dari PM Timor Leste Xanana Gusmao atas Proyek Jalan Maliana

24 April 2026
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas
Berita

PLN Dukung Green Mining, Siap Pasok Listrik Hijau ke Tambang

24 April 2026
Next Post

Dirut BRI Bersama Menteri BUMN Beri KUR dan Serahkan Bantuan CSR untuk Petani Melon di Lamongan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas

Dukung Kebijakan WFH, PLN Beri Diskon Tambah Daya 50%

4 hari ago
Semen Indonesia Tandatangani Kemitraan Bersama SBI dan Taiheiyo Cement Corp.

Konsisten Jalankan Strategi Transformasi, SIG Jaga Tren Positif di Atas Rata-Rata Industri

6 hari ago
SIER Rayakan Hari Jadi yang Ke 46

SIER dan FCM Crushing Equipment Indonesia Melakukan Penandatanganan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri

3 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Pertamina Jaga Pasokan, Himbau Masyarakat Bijak Pakai Energi

7 hari ago
IP Fokus Ciptakan Expertise, Resmikan Centre of Excellence Pemaron
Anak Perusahaan

PLN Indonesia Power Lakukan Percepatan Pembangunan PLTS untuk Kejar Target Kapasitas 100 GW

by redaksi
24 April 2026
0

PT PLN Indonesia Power (PLN IP) mempercepat pengembangan infrastruktur energi bersih demi mengejar target ambisius pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar...

Read more
TIMAH Menerima 65 Mahasiswa dari 26 Perguruan Tinggi di Indonesia pada PMMB

TIMAH Menunjuk Harry Budi Sidharta sebagai Plt Direktur Pengembangan Usaha

24 April 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Terdampak Perang di Timur Tengah, Danantara Masih Menunggu Hasil Tender Lahan Kampung Haji di Arab Saudi

24 April 2026
Presdir Reynaldi Hermansjah Optimistis Pembiayaan Infrastruktur Tetap Prospektif

IIF Telah Berkontribusi Percepatan Pembangunan Infrastruktur Mencapai Rp44 triliun untuk 182 proyek Infrastruktur hingga Periode 2025

24 April 2026
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur

Hutama Karya Terima Penghargaan Langsung dari PM Timor Leste Xanana Gusmao atas Proyek Jalan Maliana

24 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In