• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Kamis, 23 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Pemerintah Tambah Likuiditas ke Bank Negara sebesar Rp76 triliun pada November 2025

by redaksi
21 November 2025
in Berita
0
Remunerasi 2019, BNI Naik BTN Turun
0
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah memutuskan untuk menambah injeksi likuiditas ke Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) per November 2025 guna memacu kredit, kendati suntikan dana sebelumnya belum mampu memacu penyaluran penyaluran pinjaman.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kemenkeu per 10 November 2025 lalu kembali memindahkan kas pemerintah di Bank Indonesia (BI) senilai Rp76 triliun ke Bank Mandiri, BNI, BRI dan Bank Jakarta.

RelatedPosts

PGN Raih Silver Asia Pacific Stevie Awards 2026 atas Inovasi Edukasi Energi di Taman Jargas Nusantara 2025

Peringati Hari Bumi, Bank Mandiri Rilis Fitur Sertifikat Pengurangan Emisi untuk Nasabah Retail di Livin’ Planet

TelkomGroup Siapkan Future Leaders Melalui Program Pengembangan Kepemimpinan Strategis FLDP 2026

Injeksi baru ke Mandiri, BNI dan BRI masing-masing sebesar Rp25 triliun, menambah likuiditas dari kas pemerintah yang sudah disuntikkan sebelumnya yakni masing-masing Rp55 triliun pada September lalu.

Kemudian, Kemenkeu juga menyuntikkan kas pemerintah pusat ke Bank Jakarta yang notabenenya adalah bank pembangunan daerah (BPD) senilai Rp1 triliun.

Namun demikian, Bank Indonesia (BI) justru melaporkan bahwa pertumbuhan kredit selama Oktober 2025 hanya 7,35% secara tahunan (yoy) atau melambat dari September 2025 yakni 7,7% (yoy). Ini berarti sekitar sebulan setelah injeksi pertama yang dilakukan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa senilai Rp200 triliun pada September.

Pada konferensi pers Rapat Hasil Dewan Gubernur (RDG) BI November 2025, Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa penyaluran kredit perbankan masih perlu ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Hal ini disebabkan permintaan kredit yang belum kuat, antara lain dipengaruhi oleh sikap pelaku usaha yang masih menahan ekspansi, istilahnya wait and see,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).

Gubernur bank sentral dua periode itu menyebut transmisi kebijakan suku bunga acuan belum terasa di level perbankan, meski sudah dilakukan pemangkasan berkali-kali. Sebab, penurunan BI rate oleh bank sentral sudah sebesar 125 basis poin, namun suku bunga deposito satu bulan hanya turun sebesar 56 basis poin dari 4,81% pada awal tahun 2025 menjadi 4,25% pada Oktober 2025.

Menurut Perry, hal ini terutama dipengaruhi oleh pemberian special rate kepada deposan yang mencapai 27% dari total dana pihak ketiga perbankan. Penurunan suku bunga kredit perbankan bahkan berjalan lebih lambat yaitu hanya sebesar 20 basis poin dari 9,20% pada awal tahun 2025 menjadi sebesar 9% pada Oktober 2025.

Perry juga menyebutkan bahwa fasilitas pinjaman yang belum ditarik atau undisbursed loan pada Oktober 2025 mencapai Rp2.450,7 triliun atau 22,97% dari platform kredit yang tersedia.

Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank memadai, ditopang oleh rasio alat likuid terhadap dana biaya ketiga yang meningkat menjadi sebesar 29,47% dan DPK dana biaya ketiga yang tumbuh sebesar 11,48% pada Oktober 2025.

“Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit 2025 berada pada batas bawah kisaran 8-11% dan akan meningkat pada 2026,” pungkasnya.

Tambah Rp76 Triliun

Berdasarkan materi yang dipaparkan Ditjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu ke Komisi XI DPR, Senin (17/11/2025), pemerintah kembali menginjeksi perbankan Rp76 triliun pada 10 November 2025.

Hal ini merupakan pemindahan kas pemerintah kedua yang dilakukan setelah 12 September 2025 senilai Rp200 triliun. Pada saat itu, penerima likuiditas tersebut adalah Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN dan BSI.

Per 10 November lalu, Kemenkeu disebut telah menginjeksi lagi Mandiri, BNI dan BRI masing-masing senilai Rp25 triliun. Kemudian, Bank Jakarta turut mendapatkan Rp1 triliun.

“12 September 2025 kas pemerintah dari Bank Indonesia kami pindahkan ke perbankan sebesar Rp200 triliun. Nanti kami tunjukkan sudah seberapa digunakan Rp200 triliun ini dan ini menciptakan pertumbuhan ekonomi yang kami harapkan dalam jangka pendek bisa cukup signifikan,” terang Febrio di ruang rapat Komisi XI DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (17/11/2025).

Adapun realisasi penggunaan kas pemerintah Rp200 triliun di lima Himbara sebelumnya telah mencapai 84% atau Rp167,6 triliun berdasarkan data hingga 22 Oktober 2025.

Sebelumnya, Bank Mandiri, BNI dan BRI menerima masing-masing Rp55 triliun. Kemudian, BTN menerima Rp25 triliun dan BSI Rp10 triliun.

Berdasarkan data realisasi penyaluran kredit dari injeksi kas pemerintah itu, Febrio memaparkan bahwa sampai dengan 22 Oktober hanya Mandiri dan BRI yang sudah menyalurkan keseluruhan Rp55 triliun atau 100%.

Sementara itu, realisasi oleh BNI 68%, BTN 41% dan BSI 99%. Dengan demikian, hanya BTN yang melaporkan realisasi di bawah 50% setelah sekitar lima pekan pemerintah menginjeksi likuiditas ke bank.

“Berarti sekitar lima minggu setelah ditempatkan, perbankan sudah menggunakan Rp167 triliun atau 84% dari yang sudah ditempatkan tersebut,” papar Febrio.

Menurut Febrio, penyaluran kas pemerintah oleh Himbara yang diklaim olehnya cepat itu karena cost of fund yang lebih rendah. Besaran cost of fund dari kas pemerintah itu sama dengan yang mereka terapkan saat disimpan di BI, yakni 3,8% atau 80% dari kebijakan suku bunga acuan.

“Dengan bunga yang sama kami taruh di perbankan membuat cost of fund perbankan menjadi sangat tertolong dan mereka tentu menyamurkan lebih cepat dengan cost of fund lebih murah ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini jurusnya menyuntikkan likuiditas ke perbankan bakal memacu kredit ke sektor riil.

Purbaya menyebut, langkah Kemenkeu memindahkan kas pemerintah pertama kali Rp200 triliun pada 12 September 2025 itu tidak akan langsung terasa di bulan yang sama.

“Mungkin September belum full impact dari uang itu. Tapi kalau kami dari [pertumbuhan] individual bank kan naiknya udah clear kan,” terangnya kepada wartawan saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Purbaya pun menilai kendati pertumbuhan kredit baru 7,7% (yoy) pada September 2025, capaian itu sudah lebih tinggi dari Agustus.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

Danantara Mendorong Bank Negara Dapat Meningkatkan Daya Saing Regional

Next Post

Garuda Indonesia Berencana Alokasikan Suntikan Dana Danantara sebesar Rp14,9 triliun untuk Tambahan Modal Citilink

Related Posts

Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Anak Perusahaan

PGN Raih Silver Asia Pacific Stevie Awards 2026 atas Inovasi Edukasi Energi di Taman Jargas Nusantara 2025

23 April 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun
Berita

Peringati Hari Bumi, Bank Mandiri Rilis Fitur Sertifikat Pengurangan Emisi untuk Nasabah Retail di Livin’ Planet

23 April 2026
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020
Berita

TelkomGroup Siapkan Future Leaders Melalui Program Pengembangan Kepemimpinan Strategis FLDP 2026

23 April 2026
Buyback Saham, BUMN Tambang Berencana Lakukan dalam Waktu Dekat
Berita

Komitmen MIND ID Menerapkan Prinsip Keberlanjutan di Seluruh Wilayah Operasional Tambang

23 April 2026
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020
Berita

BP BUMN Bersama Danantara Bakal Mengawal Ketat Trasformasi Telkom Indonesia

23 April 2026
Peresmian POS IND : Pos Indonesia Integrated National Distribution
Berita

Transformasi Berkelanjutan Jadi Kunci, Pos Indonesia Perkuat Human Capital melalui Sharing Session

23 April 2026
Next Post
Garuda Indonesia dan Citilink Sudah Mulai Berlakukan Diskon Sejumlah Rute

Garuda Indonesia Berencana Alokasikan Suntikan Dana Danantara sebesar Rp14,9 triliun untuk Tambahan Modal Citilink

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Peringati Hari Bumi, Bank Mandiri Rilis Fitur Sertifikat Pengurangan Emisi untuk Nasabah Retail di Livin’ Planet

2 jam ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Pertamina Geothermal Mulai Realisasikan Pengembangan Proyek PLTP Lumut Balai Unit 4

2 hari ago
Berita Singkat BUMN : Pelindo, KAI, PAL Indonesia, PTPN 3, Indonesia Power, Waskita Karya, Indonesia Power, Bukit Asam

Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Mebangun Digital Learning Ecosystem, PMLI Hadiri Corporate University Association Insight

7 hari ago
Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

5 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Anak Perusahaan

PGN Raih Silver Asia Pacific Stevie Awards 2026 atas Inovasi Edukasi Energi di Taman Jargas Nusantara 2025

by redaksi
23 April 2026
0

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) kembali menorehkan pencapaian internasional dengan meraih Silver Stevie Winner pada ajang Asia Pacific...

Read more
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Peringati Hari Bumi, Bank Mandiri Rilis Fitur Sertifikat Pengurangan Emisi untuk Nasabah Retail di Livin’ Planet

23 April 2026
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020

TelkomGroup Siapkan Future Leaders Melalui Program Pengembangan Kepemimpinan Strategis FLDP 2026

23 April 2026
Buyback Saham, BUMN Tambang Berencana Lakukan dalam Waktu Dekat

Komitmen MIND ID Menerapkan Prinsip Keberlanjutan di Seluruh Wilayah Operasional Tambang

23 April 2026
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020

BP BUMN Bersama Danantara Bakal Mengawal Ketat Trasformasi Telkom Indonesia

23 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In