• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Rabu, 21 Januari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Untuk Ekspansi Bisnis, Bank Syariah Indonesia Berencana Rights Issue senilai Rp5 triliun

by redaksi
13 Oktober 2022
in Berita
0
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BSI (BRIS) memiliki urgensi untuk memperkuat permodalan pada 2022 melalui rights issue. Langkah ini guna memperdalam penetrasi bisnis perseroan seiring dengan perkembangan ekonomi ke depan.

Pada sisi lain, sampai dengan akhir Juni 2022, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang dimiliki emiten bersandi BRIS itu baru mencapai 17,31 persen atau di bawah rata-rata industri perbankan Tanah Air.

RelatedPosts

Awali Tahun Dengan Kepedulian, TJSL PTDI Layani Kesehatan Lansia

1.000 Pelajar SLTA se-Indonesia Angkat Peran Ibu sebagai Pahlawan Keluarga lewat MVP PNM

Pertamina Salurkan Hibah Teknologi Tepat Guna untuk 100 UMK Program UMK Academy

Pengamat ekonomi dan perbankan dari Binus University Doddy Ariefianto mengatakan rasio CAR pada level 17 persen memang tergolong kecil. Pasalnya, bank harus mempertebal rasio permodalan seiring dengan kondisi ekonomi saat ini.

“Permodalan itu penting sebagai safety. Bank beda dengan bisnis restoran. Itu restoran sebesar apapun tidak ada risiko sistemik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (12/10/2022).

Doddy mengingatkan saat ini rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) industri perbankan tengah naik. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukan NPL Juli 2022 mencapai 2,9 persen, lebih tinggi dibandingkan Juni 2022 yakni 2,86 persen. Namun, rasio NPL Juli masih lebih baik dibandingkan posisi akhir tahun lalu yang mencapai 3,0 persen.

Selain itu, Doddy menuturkan bahwa meningkatkan rasio CAR juga akan mendorong kemampuan bank dalam melakukan ekspansi kredit. Sebagaimana diketahui, BRIS sebagai bank syariah terbesar di Indonesia didorong menjadi lokomotif ekonomi syariah Tanah Air.

“Bank syariah sebesar BSI memang dituntut untuk berkiprah. Sebagai motor ekonomi syariah, akan sulit bergerak kalau rasio CAR minim,” pungkas Doddy.

Sementara itu, dia juga menambahkan bahwa rasio kecukupan modal BSI yang berada di level 17 persen sebetulnya dapat diterima. Akan tetapi, bank akan sulit bergerak lincah untuk memperdalam penetrasi bisnis perseroan.

Belum lama ini BSI telah mendapatkan dukungan DPR RI untuk menambah permodalan. Komisi VI DPR meminta BSI mempercepat aksi korporasi dengan menerbitkan saham baru atau rights issue untuk meningkatkan rasio CAR menjadi lebih dari 22 persen.

“Komisi VI DPR RI meminta Bank Syariah Indonesia Tbk. untuk mempercepat aksi korporasi dalam rangka peningkatan CAR agar dapat meningkatkan fungsi intermediasi dan mampu bersaing dengan bank lainnya,” kata Ketua Komisi VI DPR M. Sarmuji.

Sementara itu, Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengakui bahwa rasio kecukupan modal perseroan berada di bawah rata-rata industri. Oleh sebab itu, BRIS berencana untuk melaksanakan rights issue pada kuartal IV/2022.

Hery menyampaikan perseroan akan melakukan rights issue senilai Rp5 triliun yang digunakan untuk ekspansi bisnis. Nilai tersebut selaras dengan target pertumbuhan pembiayaan perseroan yang cukup tinggi.

Perseroan memproyeksikan pertumbuhan pembiayaan dengan compound annual growth rate (CAGR) lebih dari 15 persen sampai 2025. Mengutip laporan keuangan publikasi bank per semester I/2022, pembiayaan BSI tumbuh 18,55 persen secara tahunan menjadi Rp191,29 triliun.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan salah satu tujuan rights issue BRIS guna memenuhi aturan free float atau saham publik. Batas minimal saham publik yang beredar adalah 7,5 persen, sementara free float BRIS baru sekitar 7,08 persen.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

PELNI Bidik Kembangkan Bisnis di Proyek Smelter dan Proyek IKN Nusantara

Next Post

PNM Kejar Target 20 juta Nasabah di seluruh Indonesia pada Periode 2024

Related Posts

Dirgantara Indonesia Serahkan Bantuan APD Bagi Tenaga Kesehatan
Berita

Awali Tahun Dengan Kepedulian, TJSL PTDI Layani Kesehatan Lansia

21 Januari 2026
PNM Telah Berikan Keringanan kepada 109.733 Debitur Terdampak Corona
Berita

1.000 Pelajar SLTA se-Indonesia Angkat Peran Ibu sebagai Pahlawan Keluarga lewat MVP PNM

21 Januari 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Pertamina Salurkan Hibah Teknologi Tepat Guna untuk 100 UMK Program UMK Academy

21 Januari 2026
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur
Berita

Kolaborasi Kementerian PU dan Hutama Karya, Penanganan Batu Lubang Perkuat Akses Taruntung–Sibolga

21 Januari 2026
Kerja Sama PTPP dan Pelindo Energi Logistik Terkait Partner Strategis untuk Proyek-proyek LNG
Berita

PTPP Bukukan Kontrak Baru Senilai Rp24,95 Triliun pada 2025

21 Januari 2026
Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim
Berita

Krakatau Steel Dorong P3DN Hadapi Distorsi Impor Baja

21 Januari 2026
Next Post
PNM Telah Berikan Keringanan kepada 109.733 Debitur Terdampak Corona

PNM Kejar Target 20 juta Nasabah di seluruh Indonesia pada Periode 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Transisi Energi: Pos Properti Indonesia Dorong Pembangunan SPKL di Lokasi Strategis

Kolaborasi Pos Properti Indonesia dengan Surge (WIFI) Memanfaatkan 2.931 Titik Aset Strategis Milik Pos Properti Indonesia

7 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

ICT Goes to School Langkah Pertamina Memperkuat Ketahanan Digital Generasi Alpha dari Risiko Adiksi Game

2 hari ago
12 Putra-putri Papua Ikuti Program Induksi Perekrutan Pupuk Indonesia

Pupuk Indonesia Dukung Rehabilitasi Lahan Pertanian Terdampak Banjir Sumatera

2 hari ago
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru

BRI Membagikan Dividen Interim Tunai sebesar Rp20,6 Triliun

5 hari ago
Dirgantara Indonesia Serahkan Bantuan APD Bagi Tenaga Kesehatan
Berita

Awali Tahun Dengan Kepedulian, TJSL PTDI Layani Kesehatan Lansia

by redaksi
21 Januari 2026
0

Mengawali tahun 2026, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kembali menegaskan komitmennya terhadap kesejahteraan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan...

Read more
PNM Telah Berikan Keringanan kepada 109.733 Debitur Terdampak Corona

1.000 Pelajar SLTA se-Indonesia Angkat Peran Ibu sebagai Pahlawan Keluarga lewat MVP PNM

21 Januari 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Pertamina Salurkan Hibah Teknologi Tepat Guna untuk 100 UMK Program UMK Academy

21 Januari 2026
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur

Kolaborasi Kementerian PU dan Hutama Karya, Penanganan Batu Lubang Perkuat Akses Taruntung–Sibolga

21 Januari 2026
Kerja Sama PTPP dan Pelindo Energi Logistik Terkait Partner Strategis untuk Proyek-proyek LNG

PTPP Bukukan Kontrak Baru Senilai Rp24,95 Triliun pada 2025

21 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In