Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan percepatan transformasi digital di tengah perubahan pola perilaku masyarakat harus diperhatikan. Pasalnya, ini akan membuat ekses berupa resiko siber dan juga ketidakpahaman masyarakat akan berbagai produk berbasis digital serta bagaimana bisa melindungi dirinya terkait resiko data pribadi.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengaku terus melakukan berbagai upaya dalam mencegah munculnya kejahatan perbankan seiring perkembangan digitalisasi. Wimboh Santoso Ketua Dewan Komisioner OJK sebelumnya mengatakan, percepatan literasi keuangan menjadi sangat penting untuk mengantisipasi hal tersebut.
Timothy Utama menjadi Direkturย Information Technologyย Bank Mandiri mengatakan, upaya pencegahan itu dilakukan dengan menerapkan empatย layerย penjagaan pada aspekย people,ย operation, technology, dan deteksiย fraud.
Pada lapisย people, Bank Mandiri sudah menjadikan pengamananย fraudย sebagai budaya perseroanย untuk diterapkan baik di internal maupun luar perusahaan.
Di internal, perseroan melakukanย awarenessย yang berkesinambungan ke seluruh pegawai terkaitย risk, controlย dan pencegahanย fraudย secara berkala. Sedangkan ke eksternal, dilakukan edukasi ke nasabah melaluiย channelย layanan dan komunikasi kami secara berkala.
“Awarenessย ini merupakan perlindungan pertama dan utama, karena seringkali justru ini adalah link yang terlemah,” kata Timothy
Pada sisi operasional, Bank Mandiri melakukan pengamanan mulai dariย design controlย pada setiap aktivitas dan dieksekusi secara disiplin oleh pegawai. Perseroan juga memonitoring pelaksanaan kontrol secara berkala termasuk di dalamnya melalui proses monitoring kehandalan layanan dan sistem serta rekonsiliasi transaksi dengan pihak terkait.
Pada lapis ketiga, Bank Mandiri memanfaatkan teknologiย multilayerย mekanisme pertahanan mencegah serangan siber dan melakukan monitoring kuat denganย Security Operation Centerย (SOC) yang beroperasi selama 7×24 jam.
Timothy bilang, unit kerja diย layerย ketiga ini didukung denganย toolsย pendeteksian potensi kejahatan siber yang terjadi sehingga apabila terdapat percobaan kejahatan teknologi maka akan dapat langsung terdeteksi dan diantisipasi.
“Selain itu, terdapat update regular melaluiย threat intelligenceย sebagai tambahan aspekย we don’t know what we don’t knowย serta pelaksanaanย cyber rillingย secara berkala untuk antisipasi risiko siber,” ungkapnya.
Pada lapis keempat untuk mendeteksiย fraud, Bank Mandiri menerapkan kombinasi sistem dan proses untuk mendeteksi aktivitas-aktivitas terindikasiย fraud. Perseroan menggunakanย fraud detection systemย yang mampu mendeteksi apabila terdapat anomali transaksi di nasabah.
Timothy bilang, tren kejahatan finansial berbasis teknologi semakin meningkat dimanaย fraudsterย yang melakukannya tersebar diseluruh dunia dengan memanfaatkan celah keamanan yang ada. Menurutnya, inilah resiko yang paling susah dicegah.
“Hal ini menjadi fokus pada industri perbankan untuk dapat saling berbagi informasi atas percobaan kejahatan yang terjadi agar menjadi pelajaran atas modus baru yang dilakukan dengan harapan dapat dilakukan pencegahan lebih awal sebelum menyebar ke bank lainnya,” pungkasnya
Sumber Kontan, edit koranbumn














