Home / Berita / Waskita Toll Road Incar Rp1,5 Triliun Lewat MTN

Waskita Toll Road Incar Rp1,5 Triliun Lewat MTN

PT Waskita Toll Road, entitas anak PT Waskita Karya (Persero) Tbk., mengincar Rp1,5 triliun lewat penerbitan surat utang jangka menengah atau medium term notes pada semester II/2018 hingga awal 2019 yang akan digunakan sebagai dana talangan tanah.

Armand Alex Siwu, Sekretaris Perusahaan Waskita Toll Road (WTR) mengatakan total penerbitan medium term notes (MTN) Berkelanjutan II Tahap I senilai Rp900 miliar. Untuk tahap I Seri A, perseroan telah mengantongi dana segar Rp338,8 miliar.

“Sisanya diharapkan minggu keempat Oktober 2018. Dananya untuk kebutuhan dana talangan tanah,” ujarnya kepada Bisnis.com, baru-baru ini.

Berdasarkan data yang dipublikasikan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), MTN Berkelanjutan II Waskita Toll Road Tahap I Tahun 2018 Seri A memiliki kupon 9,35%. Surat utang tersebut akan jatuh tempo pada 3 Oktober 2019.

KSEI mencatat distribusi elektronik dilakukan pada 28 September 2018. Dalam emisi tersebut, PT Bank Bukopin Tbk. bertindak sebagai agen pemantai dan PT Asta Kapital Asia sebagai arranger.  Adapun, MTN Berkelanjutan II mendapatkan peringkat BBB+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Alex mengungkapkan WTR akan menerbitkan MTN Berkelanjutan II Tahap II dengan jumlah pokok Rp600 miliar. Rencananya, emisi surat utang tersebut akan dilakukan pada Februari 2019.

Sebelumnya, Waskita Toll Road (WTR) juga telah mencatatkan MTN pada semester I/2018. Perseroan menerbitkan MTN Berkelanjutan I Waskita Toll Road Tahap II 2018 dengan jumlah pokok Rp505,63 miliar.

Surat utang tersebut memiliki tenor 370 hari dengan kupon 10,43%. Adapun, tanggal jatuh tempo pada 7 Maret 2019.

Secara terpisah, Ramdhan Ario Maruto, Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia menyebut pasar saat ini mengharapkan MTN dengan peringkat di atas A. Menurutnya, kupon yang ditawarkan diharapkan oleh investor di atas 9,5%.“Kalau rating cuma A [investor] minta di atas 10%,”  jelasnya.

Ramdhan mengatakan saat ini MTN masih berpotensi terserap pasar. Dengan catatan, surat utang tersebut telah diperingkat dan menawarkan kupon yang menarik.

Berdasarkan data yang dihimpun dari KSEI, total jumlah pokok emisi medium term notes (MTN) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencapai Rp2,71 triliun hingga 20 September 2018. Kupon yang ditanggung oleh penerbit berada di kisaran 7,25%—9,50%.

MTN I Telkom Tahun 2018 Seri A dengan jumlah pokok Rp262 miliar memiliki kupon terendah untuk emisi periode berjalan semester II/2018. Surat utang milik PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. itu dibanderol kupon tetap 7,25%.

Sumber bisnis.com

Check Also

4 Pembangkit Energi Baru untuk Papua

Perusahaan Lisrik Negara menetapkan empat pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) untuk Provinsi Papua dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *