PT Jasa Marga Tbk (JSMR) kabarnya bakal menaikkan tarif enam ruas tol bulan depan. Ruas tersebut adalah, tol JORR, Cipularang, Padaleunyi, Semarang Seksi A-C, Palikanci dan Surgem.
Rentang kenaikannya beragam untuk setiap golongan kendaraan dan ruas tol. Untuk ruas Palikanci misalnya, tarif kendaraan golongan I naik menjadi Rp 12.500 dari sebelumnya Rp 12.000.
Sekretaris Perusahaan Jasa Marga Mohamad Agus Setiawan mengatakan, penyesuaian tarif tersebut telah sesuai dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kepmen PUPR) terkait tarif enam ruas tol tersebut di tahun lalu.
Pemerintah dengan JSMR mempertimbangkan waktu yang sesuai untuk pemberlakuan tarif baru tersebut. “Sudah mulai dilakukan sosialisasi awal, dalam waktu dekat Kepmen tersebut akan diberlakukan,” ujar Agus
Asal tahu saja, sepanjang Desember tahun lalu, rata-rata trafik tol JSMR sebanyak 2,91 juta kendaraan, turun sekitar 16% dibanding Desember 2019. Sehingga, menurut analis CGS-CIMB Sekuritas Aurelia Barus, kenaikan tarif tol belum bisa memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan emiten pelat merah tersebut.
Terlebih, pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali. “Kami memperkirakan rata-rata trafik harian 10% di bawah normal hingga akhir semester pertama akibat PPKM,” ujar Aurelia dalam riset 12 Januari.
Aurelia memperkirakan, pendapatan tol JSMR hingga akhir tahun sebesar Rp 13,01 triliun. Perkiraan ini telah dia revisi turun 1% dari perkiraan sebelumnya, Rp 13,21 triliun.
Sedangkan perkiraan pendapatan tol periode 2020 sebesar Rp 8,93 triliun. Aurelia juga merevisi angka ini dari sebelumnya Rp 9,06 triliun.
Meski begitu, rata-rata biaya utang tertimbang atawa weighted average cost of debt (WACD) JSMR sepanjang tahun lalu turun 8,53%. Hal ini sejalan dengan tren penurunan suku bunga acuan.
Diperkirakan, suku bunga acuan kembali dipangkas 25 basis points (bps). Tren suku bunga acuan di bawah 4% juga diperkirakan masih akan berlanjut hingga 2022. “WACD yang lebih rendah membantu JSMR menjaga laba bersih meski ada penundaan integrasi tol Japek,” terang Aurelia.
Dia memperkirakan, laba bersih JSMR hingga akhir tahun ini mencapai Rp 926 miliar. Angka ini juga telah dia revisi dari sebelumnya Rp 955 miliar. Meski diturunkan, perkiraan tersebut masih naik sekitar 129% dibanding perkiraan laba bersih periode 2020, Rp 404 miliar.
Sumber Kontan, edit koranbumn















