• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Selasa, 28 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Jalin Kerja Sama dengan Produsen Susu Dunia untuk Optimalisasi Aset

by redaksi
5 September 2022
in Berita
0
Perubahan Susunan Dewan Komisaris PTPN III
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia hingga saat ini masih menghadapi ancaman stunting atau kekurangan gizi yang berdampak pada terganggunya pertumbuhan anak.  Menurut data WHO, Indonesia masih termasuk dalam negara ketiga dengan angka kasus stunting (kerdil) balita tertinggi di Asia Tenggara yakni sebesar 36,4%.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan salah satu penyebab masih tingginya angka stunting di Tanah Air adalah faktor rendahnya konsumsi susu di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, jumlah rata-rata konsumsi susu di Indonesia adalah 16,27 kg per kapita per tahun. Angka tersebut, masih jauh dibanding negara-negara tetangga seperti Malaysia (26,20 kg/kapita/tahun); Myanmar (26,7 kg/kapita/tahun); dan Thailand (22,2 kg/kapita/tahun).

RelatedPosts

Terdampak Gejolak Geopolitik di Timur Tengah, Pasokan Bahan Baku Baja Krakatau Steel Tertahan sebanyak 300.000 ton di Selat Hormuz

Menaker Tekankan Kesehatan Mental Jadi Bagian Penting dalam SMK3

BNI Menegaskan Koperasi Swadharma Pematangsiantar Bukan Bagian dari Perseroan

Erick mengatakan kebutuhan susu nasional saat ini mencapai 4,4 juta ton per tahun.  Sementara, produksi susu segar dalam negeri baru mencukupi 21% dari kebutuhan. “Permintaan susu terus meningkat tetapi belum dapat diimbangi dengan produksi dalam negeri,” ujarnya.

Dengan latar belakang tersebut, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian BUMN terus berupaya meningkatkan produksi susu dalam negeri. Salah satunya dengan memperbaiki produksi susu segar dari sisi hulu dengan membentuk kemitraan antara peternak susu dengan koperasi dan industri besar.

“Kementerian BUMN telah aktif mendorong keterlibatan perusahaan-perusahaan BUMN untuk memberikan dukungan, baik melalui kerja sama lahan, keterlibatan dalam rantai pasok makanan, pendampingan, serta pembiayaan bagi UMKM,” imbuh Erick.

Salah satu upaya solutif untuk meningkatkan produksi susu segar nasional, Kementerian BUMN akan menjalin kerja sama dengan FrieslandCampina, salah satu produsen produk olahan susu yang dimiliki oleh koperasi peternak susu terbesar di dunia yang  beranggotakan lebih dari 16.500 peternak sapi perah.

Kerja sama ini akan dikembangkan oleh Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) bersama dengan ID Food, HVA International B.V, dan Frisian Flag Indonesia sebagai salah satu perusahaan turunan dari FrieslandCampina. Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui anak usahanya yaitu PTPN VIII berperan dalam menyediakan lahan ternak. Penyediaan lahan ini merupakan implementasi strategi optimalisasi aset, khususnya pemanfaatan lahan-lahan non-produktif di PTPN Group.

ID FOOD bersama anak usahanya akan memasok pakan ternak ke peternakan sapi perah yang didirikan sebagai pelaksanaan kerja sama. Sedangkan, HVA akan menjadi penghimpun investasi sekaligus operator dalam pengembangan peternakan sapi perah ini. Untuk menampung hasil produksi, Frisian Flag Indonesia akan menjadi off-taker.

Pada tahap awal, akan ada 4.000 ekor sapi perah yang dikembangkan di lahan milik PTPN Group yang berlokasi di Wilayah Jawa Barat. Erick mengatakan, kerja sama tersebut mengusung konsep tahapan from grass to glass. “Jadi, susu diperah dari sapi terbaik, lalu diproduksi di pabrik, hingga proses distribusi, dikelola dengan kontrol ketat untuk memastikan konsumen mendapatkan produk berkualitas terbaik,” ujarnya.

Dengan adanya kerja sama tersebut, diharapkan akan meningkatkan populasi sapi perah dan produksi susu segar dalam negeri. “Kami akan memastikan bahwa kerja sama ini juga membawa multiplier effects untuk perekonomian masyarakat, khususnya ekosistem produksi susu sapi dalam negeri,” tutup Erick.

Sumber Republika, edit koranbumn

Previous Post

Daftar Harga Terbaru Pertalite dan Solar di Indonesia Terkini

Next Post

TJSL Perhutani Gandeng Kalbe Farma Gelar Vaksinasi Penyandang Disabilitas Masyarakat Desa Hutan

Related Posts

Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim
Berita

Terdampak Gejolak Geopolitik di Timur Tengah, Pasokan Bahan Baku Baja Krakatau Steel Tertahan sebanyak 300.000 ton di Selat Hormuz

28 April 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Menaker Tekankan Kesehatan Mental Jadi Bagian Penting dalam SMK3

28 April 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

BNI Menegaskan Koperasi Swadharma Pematangsiantar Bukan Bagian dari Perseroan

28 April 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Melalui SMI dan IIF, Pemerintah Mendorong Pengembangan Infrastruktur Nasional Lebih Masif

28 April 2026
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru
Berita

BRI Dukung Clash of Legends 2026, Hadirkan Pengalaman Sepak Bola Kelas Dunia bagi Nasabah

28 April 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Program CSR Pertamina Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Ekonomi Warga

28 April 2026
Next Post
Heritage Loco Tour Cepu Terpilih Dalam Pergelaran Virtual Seni Budaya Pemprov Jateng

TJSL Perhutani Gandeng Kalbe Farma Gelar Vaksinasi Penyandang Disabilitas Masyarakat Desa Hutan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini.

Dari Kesetaraan Menuju Dampak, Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan

6 hari ago
Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim

Krakatau Steel Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025, Perkuat Fondasi untuk Ekspansi

2 hari ago
Garuda Indonesia dan Citilink Sudah Mulai Berlakukan Diskon Sejumlah Rute

Garuda Indonesia akan Melayani sedikitnya 102.502 jemaah yang Terbagi dalam 278 kelompok Terbang dari 10 Embarkasi,

4 hari ago
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Berjalan Sesuai Perkembangan Penyidikan

6 hari ago
Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim
Berita

Terdampak Gejolak Geopolitik di Timur Tengah, Pasokan Bahan Baku Baja Krakatau Steel Tertahan sebanyak 300.000 ton di Selat Hormuz

by redaksi
28 April 2026
0

Gejolak geopolitik di Timur Tengah yang berujung pada penutupan Selat Hormuz dalam beberapa bulan terakhir berdampak langsung pada industri baja nasional. Pasokan...

Read more
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia

Menaker Tekankan Kesehatan Mental Jadi Bagian Penting dalam SMK3

28 April 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI Menegaskan Koperasi Swadharma Pematangsiantar Bukan Bagian dari Perseroan

28 April 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia

Melalui SMI dan IIF, Pemerintah Mendorong Pengembangan Infrastruktur Nasional Lebih Masif

28 April 2026
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru

BRI Dukung Clash of Legends 2026, Hadirkan Pengalaman Sepak Bola Kelas Dunia bagi Nasabah

28 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In