• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Selasa, 28 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Konsorsium MIND ID akan Bangun Dua Pabrik Baterai

by redaksi
14 Oktober 2020
in Berita
0
Buyback Saham, BUMN Tambang Berencana Lakukan dalam Waktu Dekat
0
SHARES
51
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengerjakan dua proyek hilirisasi nikel untuk menjadi baterai. Perusahaan plat merah yang akan mengerjakannya adalah holding pertambangan MIND ID melalui PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).

CEO Group MIND ID Orias Petrus Moedak membeberkan, MIND ID dan Antam akan menangani sektor hulu tambang, kemudian produk tengah (intermediate) hingga ke hilir akan dikelola oleh Pertamina dan PLN. Saat ini ketiga BUMN tersebut sedang menyusun skema pembentukan holding PT Indonesia Batterai.

RelatedPosts

Krakatau Steel Membidik Pendapatan hingga Rp20 triliun pada 2026

Presiden Prabowo Subianto Lantik Kepala Staf Kepresidenan, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, dan Kepala Badan Karantina Indonesia

Presiden Prabowo Lantik Hanif Faisol Nurofiq, Mohammad Jumhur Hidayat, dan Hasan Nasbi

Menurut Orias, holding Indonesia Batterai tersebut nantinya akan menggandeng mitra dan membentuk Joint Venture (JV). Ada dua proyek hilirisasi nikel menjadi baterai yang akan dikerjakan konsorsium tersebut.

Proyek tersebut rencananya akan terintegrasi dari hulu sampai hilir dengan memenuhi value chain industri domestik.

Saat ini, ada dua calon mitra yang sudah dijajaki, yakni perusahaan dari China dan Korea Selatan. Meski belum membuka identitas perusahaan yang dimaksud, namun Orias membocorkan bahwa nilai investasi dari hulu hingga hilir untuk kedua proyek baterai tersebut mencapai sekitar US$ 12 miliar.

“Dari hulu ke hilir, dari tambang sampai pada batterai pack, untuk dua perusahaan calon mitra. Sekitar US$ 12 miliar, jadi ada yang US$ 5 miliar, ada yang US$ 7 miliar, tergantung size-nya. Sedang dibicarakan, mudah-mudahan bisa segera tercapai,” jelas Orias dalam webinar pemanfaatan nikel yang digelar Selasa (13/10).

Orias menyebut, sumber pendanaan kedua proyek tersebut akan dipenuhi melalui ekuitas para pemegang saham serta dari pinjaman perbankan. Dia berharap, ada perbankan domestik yang mau ikut mendanai proyek tersebut. Sebab jika tidak, maka pendanaan terpaksa akan ditutupi dari pinjaman global.

“Jangan sampai untuk mengembangkan ini (nikel menjadi baterai), perbankan tidak berpihak, itu akan sulit. Nanti mau nggak mau pinjam dari luar negeri. nanti jadi isu lain lagi kalau terlalu sering pinjam ke luar negeri,” kata Orias.

Adapun, produk baterai dari kedua proyek tersebut utamanya ditujukan untuk keperluan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) dan untuk penyimpanan energi listrik (storage) khususnya dalam melengkapi pemanfaatan energi surya.

Dalam paparannya, Orias menerangkan bahwa klaster EV baterai akan dibangun pabrik pengolahan nikel dengan metode High Pressure Acid Leaching (HPAL) dan Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF). Pembangunan pabrik rencananya berlokasi di Maluku Utara atau Konawe Utara, dengan estimasi investasi mencapai US$ 3 miliar.

Yang jelas, Orias menegaskan pengembangan baterai berbasis nikel ini harus juga ditopang oleh industri dalam negeri yang menyerap produk hilirisasinya. “Dari kami mengharapkan, apa yang dikerjakan BUMN menyediakan sampai ke baterai, disambut juga dari sisi industrinya. Ini PR besar supaya jangan berhenti sampai baterai. Yang memanfaatkan baterai juga diproduksi, misalnya kendaraaan, produksi di dalam negeri,” imbuhnya.

Jika industri tak mampu menyerap produk yang dihasilkan, maka ekspor ke pasar luar negeri menjadi tak terhindarkan. Kondisi ini, secara tidak langsung memberikan subsidi bagi pengembangan industri negara lain.

“Bahasa kerasnya begitu kan, kalau kita menghasilkan sesuatu dengan harga yang tidak terlalu mahal di dalam negeri, kemudian di beli perusahaan luar negeri, itu sama saja memberikan subsidi secara tidak langsung,” kata Orias.

Pada sisi yang lain, dari sisi pasokan nikel sebagai bahan baku, Orias mengungkapkan bahwa saat ini BUMN melalui MIND ID mengusai 30,4% cadangan nikel di Indonesia, yang dimiliki oleh Antam dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang 20% sahamnya sudah resmi diakuisisi oleh MIND ID.

Penguasaan sumber daya nikel memang menjadi strategi BUMN untuk mengamankan bahan baku industri. Dalam transaksi akuisisi 20% saham INCO oleh MIND ID 7 Oktober 2020 lalu, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut bahwa dengan memiliki saham terbesar kedua di INCO, MIND ID  memiliki akses strategis untuk mengamankan pasokan bahan baku untuk industri hilir nikel Indonesia. Baik untuk hilirisasi industri nikel menjadi stainless steel, maupun menjadi baterai kendaraan listrik.

Indonesia selama ini dikenal sebagai produsen dan eksportir nikel, bahan baku utama EV Battery, terbesar dunia yang menguasai 27% kebutuhan pasar global.

“Ini juga langkah bagus untuk memperkuat value chain di Indonesia, serta pengembangan industri baterai untuk mobil listrik sebagai bagian proses transformasi sistem energi,” kata Erick lewat keterangan tertulis, Rabu (7/10) lalu.

Sumber Kontan , edit koranbumn

 

Previous Post

Bus DAMRI Tujuan Bandara Soekarno-Hatta Kembali Beroperasi Normal

Next Post

Aset Bank Syariah Milik Negara Hasil Merger Mencapai Rp 214,78 Triliun

Related Posts

Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim
Berita

Krakatau Steel Membidik Pendapatan hingga Rp20 triliun pada 2026

27 April 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Presiden Prabowo Subianto Lantik Kepala Staf Kepresidenan, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, dan Kepala Badan Karantina Indonesia

27 April 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Presiden Prabowo Lantik Hanif Faisol Nurofiq, Mohammad Jumhur Hidayat, dan Hasan Nasbi

27 April 2026
Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita Apresiasi Protokol Kesehatan Pabrik Kahoindah di Kawasan KBN
Berita

KBN Resmi Go Live Empat Aplikasi Digital untuk Tingkatkan Kinerja Operasional

27 April 2026
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur
Berita

Melampaui Target RKAP, Hutama Karya Membukukan Laba Bersih sebesar Rp464 miliar pada Kuartal I 2026

27 April 2026
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020
Berita

Telkom Luncurkan Agentic AI by BigBox, Lompatan Baru AI Otonom untuk Percepat Transformasi Industri Nasional

27 April 2026
Next Post
Remunerasi 2019, BNI Naik BTN Turun

Aset Bank Syariah Milik Negara Hasil Merger Mencapai Rp 214,78 Triliun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Berjalan Sesuai Perkembangan Penyidikan

6 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Pertamina Geothermal Mulai Realisasikan Pengembangan Proyek PLTP Lumut Balai Unit 4

6 hari ago
ITDC Sedang Memproduksi Film “Akad”

ITDC Intensifkan Patroli, Penataan, dan Kebersihan Kawasan di Tanjung Aan untuk Kenyamanan Wisatawan

6 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq Menyerahkan Data Administrasi 31 Aglomerasi Terkait Pembangunan PSEL kepada Danantara

6 hari ago
Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim
Berita

Krakatau Steel Membidik Pendapatan hingga Rp20 triliun pada 2026

by redaksi
27 April 2026
0

 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) terus melanjutkan pembenahan internal di tubuh perseroan. Tahun ini, emiten berkode saham KRAS menargetkan kinerja dapat...

Read more
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia

Presiden Prabowo Subianto Lantik Kepala Staf Kepresidenan, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, dan Kepala Badan Karantina Indonesia

27 April 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia

Presiden Prabowo Lantik Hanif Faisol Nurofiq, Mohammad Jumhur Hidayat, dan Hasan Nasbi

27 April 2026
Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita Apresiasi Protokol Kesehatan Pabrik Kahoindah di Kawasan KBN

KBN Resmi Go Live Empat Aplikasi Digital untuk Tingkatkan Kinerja Operasional

27 April 2026
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur

Melampaui Target RKAP, Hutama Karya Membukukan Laba Bersih sebesar Rp464 miliar pada Kuartal I 2026

27 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In