Home / Berita / Laba BNI Syariah tumbuh 24,3% di kuartal III-2018

Laba BNI Syariah tumbuh 24,3% di kuartal III-2018

PT BNI Syariah mencatatkan laba bersih Rp 306,6 miliar pada akhir September 2018. Laba bersih ini tumbuh 24,3% year on year(yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 246,6 miliar.

Kenaikan laba bersih ini sejalan dengan pertumbuhan aset BNI Syariah sebesar 21,5% yoy menjadi Rp 38,9 triliun. Dari sisi bisnis, BNI Syariah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 26,9 triliun atau naik 19,3% yoy.

Pembiayaan ditopang oleh segmen konsumer sebesar Rp 13,6 Triliun. Artinya segmen konsumer memberikan kontribusi sebesar 50,8% dari total pembiayaan.

Segmen komersial sebesar Rp 6,1 triliun, segmen kecil dan menengah Rp 5,8 triliun. Sedangkan segmen mikro Rp 1 triliun dan Hasanah Card Rp 394 miliar.

“Pencapaian kinerja perusahaan yang positif ditunjang oleh pertumbuhan pembiayaan yang berkualitas, ekspansi dana murah serta efisiensi operasional sehingga menghasilkan profitabilitas yang optimal,” ujar Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo dalam keterangan tertulis, Jumat (26/10).

Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 33,5 triliun atau naik 21,4% yoy. Firman menambahkan, peningkatan efisiensi dengan meningkatkan ekspansi dana murah (CASA).

Per September 2018, komposisi DPK didominasi oleh dana murah berupa giro dan tabungan mencapai 54,19% terhadap total DPK. Rasio ini meningkat dibanding posisi yang sama tahun lalu sebesar 48,70%.

Selain itu, untuk menjaga beban operasional agar tetap efisien BNI Syariah bersinergi dengan BNI Induk dalam hal shared services, dan operasional perbankan lainnya serta optimalisasi marketing communication melalui channel digital dan online termasuk sosial media. Per September 2018, BOPO BNI Syariah tercatat sebesar 85,49% lebih rendah dibanding posisi yang sama tahun lalu sebesar 87,62%.

“Dalam ekspansi pembiayaan, BNI Syariah fokus kepada sektor low risk dengan terus memonitor kualitas pembiayaan secara konsisten sehingga menghasilkanyield yang optimal. Per September tahun 2018 rasio Non Performing Financing(NPF) BNI Syariah sebesar 3,08% membaik lebih rendah dibanding posisi yang sama tahun lalu sbesar 3,29%,” jelas Firman.

Sumber Kontan.co.id

Check Also

4 Pembangkit Energi Baru untuk Papua

Perusahaan Lisrik Negara menetapkan empat pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) untuk Provinsi Papua dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *