• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Minggu, 25 Januari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Kembali Melakukan Efisiensi Anggaran APBN 2026 untuk Rehabilitasi Maupun Rekonstruksi Pascabencana di Sumatra

by redaksi
10 Desember 2025
in Berita
0
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
0
SHARES
56
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah mengirim sinyal kembali melakukan efisiensi anggaran dalam APBN 2026 sejalan dengan semakin besarnya kebutuhan untuk rehabilitas maupun rekonstruksi pascabencana di Sumatra.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (8/12/2025). Sinyal efisiensi itu disampaikan Purbaya dalam menanggapi kebutuhan anggaran untuk perbaikan di Sumatra setelah bencana banjir dan longsor, dengan nilai perkiraan sementara Rp51,8 triliun.

RelatedPosts

Di WEF Davos, Presiden akan sampaikan “Prabowonomics” dan Hasil Konkret 1 Tahun

Wujudkan Perlindungan Nyata Negara Bagi ASN, Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dapat Manfaat JKK dari TASPEN

BNI–Siemens Indonesia Kerja Sama Pembiayaan Rp300 Miliar, Perkuat Ekosistem Kelistrikan Nasional

Menurut Purbaya, APBN setiap tahunnya menyisihkan anggaran untuk tanggap darurat bencana senilai Rp5 triliun. Dia juga menyebut anggaran penanggulangan bencana dari Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) masih ada, dan terbuka untuk ditambah sesuai dengan permintaan.

Adapun untuk kebutuhan lainnya ke depan, Bendahara Negara mengaku sudah melakukan penyisiran anggaran untuk 2026 sebelum terjadinya bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

“Sebelum ini kejadian sudah kami sisir sebetulnya untuk kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu berguna kayak rapat-rapat enggak jelas segala macem. Jadi kami bukan potong anggaran ya, efisiensi kan. Sudah kami lihat itu ada sekitar Rp60 triliun lah dapet,” terangnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dikutip Selasa (9/12/2025).

Purbaya menekankan bahwa pengetatan belanja yang direncanakan olehnya tahun depan bukan memotong, namun mengurangi sejumlah kegiatan operasional kementerian/lembaga. Prinsipnya hampir serupa dengan yang dilakukan tahun ini sebagaimana Instruksi Presiden (Inpres) No.1/2025.

Namun demikian, Purbaya memastikan penerapan efisiensi pada APBN 2026 tidak akan dilakukan saat tahun anggaran berjalan. Dia menyebut rencana penyisiran anggaran sudah dilakukan.

“Jadi begitu APBN-nya selesai [2025], kami sisir semuanya. Kami enggak mau mengulangi seperti tahun lalu di mana kami asal aja potong. Untung dari situ masih ada cadangan, jadi enggak usah khawatir,” paparnya.

Di sisi lain, saat berlangsungnya rapat kemarin, Purbaya menargetkan setoran dari bea keluar ekspor emas dan batu bara bisa menyumbang Rp23 triliun ke penerimaan APBN. Hal ini di tengah batalnya potensi penerimaan dari cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) senilai Rp7 triliun.

Namun demikian, baru bea keluar emas yang asumsi penerimaannya sudah masuk ke dalam APBN 2026 yakni senilai Rp3 triliun. Adapun untuk batu bara belum masuk lantaran masih dibahas lebih lanjut untuk kepastian tarifnya.

Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu mengungkap, setelah ditanya lebih lanjut oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR Dolfie, bahwa nantinya total Rp23 triliun asumsi penerimaan itu digunakan dalam menutup defisit APBN.

“Untuk langkah pertama [setoran bea keluar emas dan batu bara] untuk menutup defisit dulu, mengurangi defisit kami,” pungkas Purbaya.

Adapun Kemenkeu mencatat bahwa penerimaan bea keluar berdasarkan outlook 2025 senilai Rp30,2 triliun. Hal itu mencakup Rp7 triliun dari bea keluar komoditas mineral, sedangkan Rp23,2 triliun untuk bea keluar komoditas nonmineral. Paling besar disumbang CPO.

Outlook 2025 itu merupakan yang tertinggi sejak realisasi 2022 yang mencapai Rp39,8 triliun, meliputi Rp7,3 dari komoditas mineral dan Rp32,6 triliun komoditas nonmineral.

Geser-geser Anggaran

Pengajar di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (UI) Prianto Budi Saptono menjelaskan bahwa Menkeu Purbaya memiliki kewenangan untuk menerapkan flexible budget dalam hal mengatur ulang belanja dan penerimaan negara.

Pada sisi penerimaan, Prianto menyebut Bendahara Negara bisa menerapkan maupun membebaskan pungutan dari kegiatan ekonomi appaun selama target di APBN bisa tercapai. Hal ini sebagaimana yang dilakukan dengan pengenaan bea keluar batu bara dan emas untuk menutup hilangnya asumsi penerimaan dari cukai minuman manis.

“Saya melihat selama trade off-nya dapet, terserah nanti satu sisi ada yang turun, sisi yang lain surplus, dihatapkan total penerimaan seusai dengan target,” jelasnya kepada Bisnis, Selasa (9/12/2025).

Adapun pada sisi belanja, Prianto memandang bahwa Purbaya bisa menggeser pos-pos anggaran sesuai dengan tingkat urgensinya. Contohnya, dalam konteks penanggulangan bencana di Sumatra, upaya pemindahan anggaran bisa dilakukan Purbaya sesuai dengan perhitungannya selaku Bendahara Negara.

Dalam hal efisiensi, Prianto pun menilai pengetatan belanja di 2026 sudah dilakukan sejak transfer ke daerah (TKD) dianggarkan hanya Rp692 triliun lebih. Anggaran ke daerah itu turun 24,7% dari APBN 2025 sebesar Rp919,9 triliun.

Menurut pria yang juga menjabat Ketua Pengawas Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) itu, pemerintah dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto juga bisa merealokasi anggaran program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan lain-lain.

Sebagaimana diketahui, program MBG dianggarkan senilai Rp335 triliun tahun depan. “Ini kan masalah political will. Program MBG adalah program Presiden terpilih sesuai dengan kampanye Pilpres dan masuk RPJMN. Nanti dalam pelaksanaannya, kan sementara masih bersikukuh tetap jalan, meski banyak dikritik. Ke depan bisa dilihat urgensinnya,” ujarnya.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

Aksi Sukarelawan Karyawan Telkom Lestarikan Alam Lewat Penanaman Mangrove

Next Post

Incar Dana Jumbo, Mandiri Sekuritas akan Membawa Sejumlah Perusahaan Lakukan Aksi Korporasi IPO

Related Posts

Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Di WEF Davos, Presiden akan sampaikan “Prabowonomics” dan Hasil Konkret 1 Tahun

24 Januari 2026
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta
Berita

Wujudkan Perlindungan Nyata Negara Bagi ASN, Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dapat Manfaat JKK dari TASPEN

24 Januari 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

BNI–Siemens Indonesia Kerja Sama Pembiayaan Rp300 Miliar, Perkuat Ekosistem Kelistrikan Nasional

24 Januari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Danantara Memperkenalkan 3 proyek Strategis Bertajuk “Danantara: Powering Indonesia’s Future” di WEF Davos 2026

24 Januari 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Bangun Budaya Keberlanjutan, Pertamina Gandeng Gen Z Sebar Energi Baik

24 Januari 2026
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru
Berita

Perkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Komunitas, BRI Berdayakan Lebih dari 42 Ribu Klaster Usaha

24 Januari 2026
Next Post
Mandiri Sekuritas Catat Profitabilitas Positif pada Periode Semester I/2020

Incar Dana Jumbo, Mandiri Sekuritas akan Membawa Sejumlah Perusahaan Lakukan Aksi Korporasi IPO

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Tingkatkan Penghijauan Kawasan Bakauheni Harbour City, ASDP dan Pemprov Lampung Gelar Penanaman Pohon

Peringati Bulan K3, ASDP Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

3 hari ago
Dirgantara Indonesia Serahkan Bantuan APD Bagi Tenaga Kesehatan

Awali Tahun Dengan Kepedulian, TJSL PTDI Layani Kesehatan Lansia

4 hari ago
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia

Target Pembiayaan Utang APBN 2026 Mencapai Rp832,2 Triliun

12 jam ago
Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim

Krakatau Steel Dorong P3DN Hadapi Distorsi Impor Baja

4 hari ago
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Di WEF Davos, Presiden akan sampaikan “Prabowonomics” dan Hasil Konkret 1 Tahun

by redaksi
24 Januari 2026
0

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara Internasional Zurich, Swiss, Rabu (21/01/2026), sekitar pukul 17.55 waktu setempat, untuk...

Read more
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta

Wujudkan Perlindungan Nyata Negara Bagi ASN, Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dapat Manfaat JKK dari TASPEN

24 Januari 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI–Siemens Indonesia Kerja Sama Pembiayaan Rp300 Miliar, Perkuat Ekosistem Kelistrikan Nasional

24 Januari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Memperkenalkan 3 proyek Strategis Bertajuk “Danantara: Powering Indonesia’s Future” di WEF Davos 2026

24 Januari 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Bangun Budaya Keberlanjutan, Pertamina Gandeng Gen Z Sebar Energi Baik

24 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In