• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Selasa, 28 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Momentum Kedaulatan Industri Baja Dalam Negeri saat HUT ke-80 RI

by redaksi
24 Agustus 2025
in Berita, Kinerja & Investasi
0
Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim
0
SHARES
30
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025 bukan sekadar pesta bendera dan karnaval. Di balik gegap gempita perayaan, ada refleksi mendalam tentang arti kemerdekaan di era modern. Dunia kini bergerak cepat, dan kedaulatan tak lagi semata diukur dari kekuatan militer atau penguasaan wilayah. Kemampuan memenuhi kebutuhan strategis secara mandiri menjadi tolok ukur baru.

Di antara kebutuhan strategis itu, baja menempati posisi yang tak tergantikan. Dari jembatan yang menghubungkan pulau-pulau, rel kereta yang menggerakkan perdagangan, gedung yang menopang pusat pemerintahan, hingga kapal perang yang menjaga batas negara, semua membutuhkan baja. Jika pasokannya bergantung pada impor, kedaulatan menjadi rapuh.

RelatedPosts

Krakatau Steel Membidik Pendapatan hingga Rp20 triliun pada 2026

Presiden Prabowo Subianto Lantik Kepala Staf Kepresidenan, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, dan Kepala Badan Karantina Indonesia

Presiden Prabowo Lantik Hanif Faisol Nurofiq, Mohammad Jumhur Hidayat, dan Hasan Nasbi

Kesadaran ini membuat industri baja semakin dilihat sebagai penopang utama kemandirian ekonomi. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, sebagai produsen baja terbesar di Tanah Air, berada di garis depan upaya membangun kemandirian tersebut.

“Posisinya yang strategis membuat Krakatau Steel tak sekadar produsen, tetapi juga simbol ketahanan ekonomi nasional,” ungkap Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan.

Pelajaran dari Dunia: Baja sebagai Aset Strategis

Baja adalah bahasa universal pembangunan. Hampir semua negara yang serius menjaga kedaulatannya memiliki kebijakan khusus untuk melindungi industri ini. Amerika Serikat, yang sering dipersepsikan sebagai negara penganut perdagangan bebas, justru menerapkan tarif setinggi 50 persen untuk melindungi produsen dalam negeri.

Tiongkok menjadikan baja sebagai ujung tombak industrialisasi, menguasai lebih dari separuh produksi dunia melalui strategi terintegrasi yang melibatkan proteksi, subsidi, dan investasi besar-besaran. India bahkan membentuk Kementerian Baja untuk mengoordinasikan semua kebijakan lintas sektor.

Dari negara-negara dalam konflik seperti Ukraina hingga negara dengan perekonomian mapan seperti Uni Eropa, baja selalu diposisikan sebagai aset strategis. Di Ukraina, pabrik baja menjadi benteng pertahanan sekaligus sumber material militer. Di Eropa, baja dipandang sebagai bagian dari “kedaulatan strategis” yang harus diproduksi di dalam kawasan. Semua contoh ini mengajarkan bahwa industri baja bukan sekadar sektor ekonomi, melainkan bagian dari sistem pertahanan dan kedaulatan negara.

“Indonesia memiliki alasan kuat untuk mengambil pelajaran tersebut,” tegas Akbar.

Jika negara-negara besar rela memagari pasarnya demi melindungi baja, maka negara berkembang seperti Indonesia pun sepatutnya memiliki strategi perlindungan dan penguatan industri ini, tentu dengan penyesuaian terhadap kondisi domestik.

Kondisi Indonesia: Antara Capaian dan Ketergantungan

Setelah delapan dekade merdeka, Indonesia telah membuktikan kemampuannya menjaga kedaulatan politik. Namun, kemerdekaan ekonomi, khususnya di sektor baja, masih menghadapi tantangan. Kapasitas produksi baja nasional pada ahun ini ditargetkan di kisaran 21 juta ton per tahun, dengan target naik menjadi 27 juta ton pada 2029. Angka ini memang lebih tinggi dibanding masa lalu, tetapi masih jauh dari kebutuhan nasional, terutama untuk baja karbon yang dibutuhkan sektor infrastruktur, otomotif, dan pertahanan.

Kesenjangan antara kebutuhan dan kapasitas produksi ini membuat Indonesia bergantung pada impor. Situasi ini menyisakan risiko tersendiri: fluktuasi harga global, kebijakan proteksi negara eksportir, hingga gangguan rantai pasok internasional. Ketika harga baja melonjak di pasar dunia, pembangunan infrastruktur dalam negeri bisa ikut terganggu.

Akbar Djohan menegaskan, di sisi lain, Indonesia memiliki modal awal yang cukup menjanjikan. Krakatau Steel, tengah memperluas lini produksi dan meningkatkan kualitas produk, termasuk baja berkekuatan tinggi yang dibutuhkan untuk proyek-proyek strategis.

“Namun, upaya ini memerlukan dukungan ekosistem yang kondusif: pasokan bahan baku yang terjamin, kebijakan perdagangan yang melindungi industri lokal, serta investasi dalam teknologi yang kompetitif,” tambahnya.

Roadmap Krakatau Steel dalam Penguatan Industri Baja

Krakatau Steel sendiri, saat ini sudah memiliki roadmap hingga 2029 untuk menjadi panduan dalam penguatan bisnisnya. Adapun Langkah awal dengan melakukan pemulihan kinerja dan sinergi. Dalam tahap ini, Perseroan melakukan restrukturisasi hingga pengembangan integrated industrial estate/service.

Kemudian, langkah selanjutnya, melakukan optimalisasi rantai pasok dan integrasi operasi. Integrasi ini dilakukan denga memperluas sinergi indusri dari hulu ke hilir. Dan langkah pamungkasnya adalah dengan pengembangan kluster baja Cilegon kapasitas 10 juta ton. Dalam pengembangan ini, KS akan menginisasi Green Steel, bentuk fondasi pertumbuhan berkelanjutan, dan optimalisasi akses bahan baku dan energi terbarukan.

“Sederet upaya penguatan bisnis ini, akan meningkatkan dampak ekonomi nasional mencapai Rp 685 triliun dan menyerap 1 juta pekerja,” papar Akbar.

HUT ke-80: Momentum Menegaskan Kedaulatan Ekonomi

HUT ke-80 RI memberi kesempatan emas untuk melihat industri baja sebagai pilar kedaulatan ekonomi, bukan sekadar komoditas industri. Target ambisius untuk mencapai kapasitas produksi lebih dari 100 juta ton pada 2045 sejalan dengan visi Indonesia Emas. Namun, angka itu hanya akan bermakna jika dibarengi dengan penguasaan teknologi, perlindungan pasar, dan kebijakan yang berpihak pada produsen dalam negeri.

Membangun industri baja adalah perjalanan panjang yang memerlukan konsistensi lintas generasi. Ia bukan proyek yang bisa selesai dalam satu periode pemerintahan. Keberhasilan akan ditentukan oleh keberanian mengambil keputusan strategis, kesediaan berinvestasi pada kapasitas besar, dan komitmen mempertahankan keberpihakan pada industri ini.

“Dengan langkah yang tepat, Indonesia dapat memastikan bahwa kemerdekaan yang diraih pada 1945 bukan hanya kemerdekaan politik, tetapi juga kemerdekaan ekonomi yang berdiri di atas fondasi industri strategis yang kokoh. Baja, dalam hal ini, menjadi penopang tak tergantikan,” Akbar Djohan menambahkan.

Di tengah arus globalisasi, proteksionisme perdagangan, dan transisi energi, kemandirian industri baja akan menjadi penentu daya tahan ekonomi nasional. Jika fondasi ini kokoh, Indonesia tak hanya mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, tetapi juga berperan sebagai pemain penting di pasar global.

“Pada akhirnya, peringatan HUT ke-80 bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga menetapkan arah masa depan — masa depan di mana kedaulatan Indonesia berdiri tegak di atas baja yang diproduksi oleh bangsanya sendiri,” pungkas Akbar.

Previous Post

RIG Merah Putih, Tonggak Kemandirian Industri Energi Nasional

Next Post

INKA Sukses Gelar Pembukaan Relawan Bakti BUMN Batch VIII di Madiun

Related Posts

Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas
Berita

PLN Teken PJBTL Terbesar untuk Data Center di Indonesia, Siap Pasok Listrik 511 MVA ke DayOne

28 April 2026
Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim
Berita

Krakatau Steel Membidik Pendapatan hingga Rp20 triliun pada 2026

27 April 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Presiden Prabowo Subianto Lantik Kepala Staf Kepresidenan, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, dan Kepala Badan Karantina Indonesia

27 April 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Presiden Prabowo Lantik Hanif Faisol Nurofiq, Mohammad Jumhur Hidayat, dan Hasan Nasbi

27 April 2026
Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita Apresiasi Protokol Kesehatan Pabrik Kahoindah di Kawasan KBN
Berita

KBN Resmi Go Live Empat Aplikasi Digital untuk Tingkatkan Kinerja Operasional

27 April 2026
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur
Berita

Melampaui Target RKAP, Hutama Karya Membukukan Laba Bersih sebesar Rp464 miliar pada Kuartal I 2026

27 April 2026
Next Post
Menteri Perkeretaapian Bangladesh  Lakukan Kunjungan ke INKA

INKA Sukses Gelar Pembukaan Relawan Bakti BUMN Batch VIII di Madiun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Jasa Tirta I Lakukan Penertiban KJA di Kawasan Perairan Waduk Sutami

Perum Jasa Tirta 1 Mematangkan Persiapan Pelaksanaan Flushing Bendung Karet Gubeng

6 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq Menyerahkan Data Administrasi 31 Aglomerasi Terkait Pembangunan PSEL kepada Danantara

7 hari ago
PINDAD Resmikan Logo Identitas Visual Terbaru Perusahaan

Direksi dan Komisaris PINDAD Ikuti Raker & Leadership Development Defend Id 2026

2 hari ago
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020

TelkomGroup Siapkan Future Leaders Melalui Program Pengembangan Kepemimpinan Strategis FLDP 2026

5 hari ago
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas
Berita

PLN Teken PJBTL Terbesar untuk Data Center di Indonesia, Siap Pasok Listrik 511 MVA ke DayOne

by redaksi
28 April 2026
0

PT PLN (Persero) melalui PT PLN Batam terus mendukung pengembangan industri digital tanah air, termasuk proyek data center global PT...

Read more
Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim

Krakatau Steel Membidik Pendapatan hingga Rp20 triliun pada 2026

27 April 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia

Presiden Prabowo Subianto Lantik Kepala Staf Kepresidenan, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, dan Kepala Badan Karantina Indonesia

27 April 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia

Presiden Prabowo Lantik Hanif Faisol Nurofiq, Mohammad Jumhur Hidayat, dan Hasan Nasbi

27 April 2026
Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita Apresiasi Protokol Kesehatan Pabrik Kahoindah di Kawasan KBN

KBN Resmi Go Live Empat Aplikasi Digital untuk Tingkatkan Kinerja Operasional

27 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In