• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Kamis, 30 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Pemerintah Akan Bahas Usulan Skema BLU DMO Batubara untuk Sektor Kelistrikan

by redaksi
12 Januari 2022
in Berita
0
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) masih akan membahas usulan pemenuhan kebutuhan batubara dalam negeri alias domestic market obligation (DMO) untuk sektor kelistrikan melalui skema Badan Layanan Umum (BLU) bersama pemangku kepentingan dalam isu ini.

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Septian Hario Seto mengatakan, Kemenko Marves masih ingin mendengar masukan dari  asosiasi,  PLN, serta kementerian dan lembaga lainnya mengenai usulan skema BLU.

RelatedPosts

BNI Catat Kinerja Solid Kuartal I 2026, Ditopang Fundamental Kinerja dan Transformasi Bisnis

Pelindo dan 14 BUMN Luncurkan Kolaborasi TJSL di Raja Ampat, Perkuat Konservasi dan Kemandirian Masyarakat 3T

Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo

“Ini kan sifatnya masih usulan ya, jadi akan dibahas dengan kementerian/lembaga yang lain. Jadi ini nanti masih akan melalui beberapa proses pembahasan, tapi kita perkirakan dalam 2-3 bulan kalau semuanya setuju, BLU ini bisa terbentuk,” ujar Septian saat ditemui Kontan.co.id di Gedung Kemenko Marves, Selasa (11/1).

Usulan skema BLU disusun sebagai solusi persoalan disparitas harga batubara domestik untuk sektor kelistrikan dengan harga batubara global yang ditengarai menjadi salah satu penyebab terjadinya persoalan krisis pasokan batubara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN dan independent power producer (IPP) yang terjadi beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, dalam pemenuhan DMO yang ada saat ini,  harga jual batubara untuk penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum dipatok sebesar US$ 70 per metrik ton. Padahal, harga batubara global bisa bergerak jauh melampaui harga patokan DMO tersebut, bahkan menembus level US$ 200 per ton.

Ketidakpatuhan sejumlah perusahaan batubara yang lebih memilih memilih ekspor dan tidak memenuhi ketentuan minimal pemenuhan kebutuhan batubara domestik alias DMO-nya diduga terjadi karena persoalan ini.

Berbeda dengan skema DMO eksisting, pemenuhan DMO untuk kelistrikan dalam skema BLU menggunakan skema pungutan batubara untuk dapat mensubsidi pembelian batubara PLN di harga pasar.

Sederhananya, PLN dan IPP akan membeli batubara dari produsen dengan pasar. Selisihnya akan ditanggung/dibayar oleh BLU. Dananya berasal dari pungutan yang dibebankan kepada seluruh produsen batubara di Indonesia. Nilai pungutannya dihitung berdasarkan selisih antara harga pasar yang dibeli oleh sektor kelistrikan dengan harga berdasarkan acuan US$ 70 per ton.

“(Kalau harga pasar lebih rendah dari acuan US$ 70 per ton) pungutannya tidak ada,” terang Septian.

Berdasarkan penjelasan Septian, skema BLU ini rencananya diterapkan baik pada transaksi jual-beli batubara antara produsen dengan PLN, maupun pada transaksi jual-beli batubara antara produsen batubara dengan IPP. Septian memastikan, skema BLU ini nantinya tidak akan menyebabkan kenaikan tarif listrik.

“(Dengan skema BLU, distorsi harga tidak terjadi. Permasalahan suplai ke depannya juga bisa dihindari, pada saat bersamaan tidak perlu ada kenaikan harga listrik, karena yang subsidi bukan negara lagi, yang subsidi adalah perusahaan-perusahaan batubara,” tutur Septian.

Dihubungi terpisah, Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PKS Mulyanto menilai, pemenuhan DMO untuk sektor kelistrikan sebaiknya tetap menggunakan skema eksisting, namun dengan pengawasan dan sanksi yang lebih tegas.

“Secara umum, saya melihat konsep BLU hanya menambah kelembagaan baru yang menarik iuran ekspor.  Secara prinsip sama,” ujar Mulyanto .

Selain menekankan pentingnya pengawasan dan sanksi yang lebih tegas, Mulyanto juga menekankan perlunya perbaikan manajemen di sisi permintaan dari PLN. Dengan cara itu, Mulyanto menyebut, pembelian bisa menjadi lebih efisien.

Beberapa upaya perbaikan yang dapat dilakukan antara lain pemberlakuan sistem kontrak jangka panjang, peniadaan transaksi pembelian melalui trader, membangun sistem transportasi dan logistik yang baik, dan pemberlakuan sistem pembelian dengan harga di tempat/lokasi, bukan di mulut tambang.

“Jangan gonta-ganti kebijakan melulu.  Jalankan kebijakan DMO ini secara konsisten dan kekurangannya kita sempurnakan,” tutur Mulyanto.

Sumber Kontan, edit koranbumn

Previous Post

Menteri BUMN, Erick Thohir Dorong Restrukturisasi Garuda Indonesia Harus Dilakukan Secara Menyeluruh

Next Post

INSA Jamin Ketersediaan Kapal untuk Angkutan Batu Bara PLN

Related Posts

BNI Catat Kinerja Solid Kuartal I 2026, Ditopang Fundamental Kinerja dan Transformasi Bisnis
Berita

BNI Catat Kinerja Solid Kuartal I 2026, Ditopang Fundamental Kinerja dan Transformasi Bisnis

29 April 2026
Berita Singkat BUMN : Pelindo, KAI, PAL Indonesia, PTPN 3, Indonesia Power, Waskita Karya, Indonesia Power, Bukit Asam
Berita

Pelindo dan 14 BUMN Luncurkan Kolaborasi TJSL di Raja Ampat, Perkuat Konservasi dan Kemandirian Masyarakat 3T

29 April 2026
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol
Berita

Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo

29 April 2026
Jasa Raharja Dukung Kegiatan Penanaman Pohon  “Satu Pohon Sejuta Manfaat”
Berita

Kurang dari 24 jam, Jasa Raharja Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

29 April 2026
Presiden Prabowo Subianto Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun
Berita

Presiden Prabowo Subianto Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun

29 April 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

COO Danantara, Dony Oskaria mengungkapkan Proses Streamlining Telah Melikuidasi 167 anak cucu BUMN Tanpa PHK

29 April 2026
Next Post
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas

INSA Jamin Ketersediaan Kapal untuk Angkutan Batu Bara PLN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI Menegaskan Koperasi Swadharma Pematangsiantar Bukan Bagian dari Perseroan

2 hari ago
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Bank Mandiri Mencatat Pertumbuhan Kredit Hijau Mencapai Rp167 triliun pada Kuartal I 2026

4 hari ago
Peresmian POS IND : Pos Indonesia Integrated National Distribution

Transformasi Berkelanjutan Jadi Kunci, Pos Indonesia Perkuat Human Capital melalui Sharing Session

7 hari ago
Freeport Indonesia Hentikan Penerbangan Jakarta – Timika dan Timika ke Tembagapura

Freeport akan Mendapatkan Pembayaran Klaim Asuransi senilai Rp12 triliun Terkait Insiden Longsor di Tambang Grasberg, Papua

1 hari ago
BNI Catat Kinerja Solid Kuartal I 2026, Ditopang Fundamental Kinerja dan Transformasi Bisnis
Berita

BNI Catat Kinerja Solid Kuartal I 2026, Ditopang Fundamental Kinerja dan Transformasi Bisnis

by redaksi
29 April 2026
0

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan kinerja solid hingga kuartal I 2026. Pencapaian ini diraih di tengah...

Read more
Berita Singkat BUMN : Pelindo, KAI, PAL Indonesia, PTPN 3, Indonesia Power, Waskita Karya, Indonesia Power, Bukit Asam

Pelindo dan 14 BUMN Luncurkan Kolaborasi TJSL di Raja Ampat, Perkuat Konservasi dan Kemandirian Masyarakat 3T

29 April 2026
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol

Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo

29 April 2026
Jasa Raharja Dukung Kegiatan Penanaman Pohon  “Satu Pohon Sejuta Manfaat”

Kurang dari 24 jam, Jasa Raharja Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

29 April 2026
Presiden Prabowo Subianto Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun

Presiden Prabowo Subianto Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun

29 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In